• Jumat, 30 September 2022

Langgar Kode Etik, Tiga Anggota Polres Morowali Utara Sulteng Dipecat Tidak Hormat

- Senin, 19 September 2022 | 19:41 WIB
Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) tiga anggota Polres Morowali Utara, yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Ade Nuramdani (Foto : Rudi Mairi)
Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) tiga anggota Polres Morowali Utara, yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Ade Nuramdani (Foto : Rudi Mairi)

METRO SULTENG, Morowali Utara - Tiga anggota Polres Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng) dipecat atau diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari dinas Kepolisian Republik Indonesia karena melakukan pelanggaran kode etik berat.

Ketiganya terbukti telah melakukan pelanggaran berat dengan terlibat tindak pidana narkoba, sehingga secara resmi diberhentikan berdinas di institusi Polri terhitung mulai tanggal 18 Juli 2022. Tiga anggota polisi yang dipecat itu adalah Bripka RM, Bripka BM dan Briptu DB.

Ketiganya resmi diberhentikan dari dinas Kepolisian Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Nomor : KEP / 11 / VII/2022/KHIRDIN tanggal 18 Juli 2022.

Pemecatan tiga personel Polri itu digelar dengan upacara pemberhentian tidak dengan hormat bertempat di Lapangan Apel Polres Morowali Utara, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Morowali Utara, AKBP Ade Nuramdani, dan dihadiri oleh PJU serta seluruh personel Polres Morowali Utara, pada Senin, 19 September 2022, pukul 15.00 wita

Namun ketiga personel yang dipecat tidak menghadiri upacara pemecatan karena masih dalam Lapas menjalani masa hukuman. Sebagai gantinya, anggota Propam Polres Morowali Utara membawa foto ketiganya saat upacara pemecatan.

Dalam amanatnya, Kapolres mengatakan upacara PTDH merupakan tindak lanjut kebijakan institusi, menghukum anggota yang melakukan pelanggaran yang tidak bisa ditolerir lagi.

“Kami menindak tegas secara keras dan terukur, sesuai ketentuan berlaku terhadap anggota-anggota yang melakukan pelanggaran, baik disiplin, etika, dan pidana,” kata Kapolres.

Kapolres menegaskan, organisasi Polri sangat tidak mentolerir anggotanya yang melakukan penyalahgunaan wewenang, dan merugikan masyarakat serta organisasi, apalagi tersangkut tidak pidana narkoba.

"Sebagai penegak hukum, kita telah berkomitmen bahwa narkoba adalah musuh kita bersama. Dan tidak ada toleransi bagi personel Polri yang ketahuan mengonsumsi, apalagi membekingi  serta menjadi pengedar narkoba. Namun, tiga personel kita telah melanggarnya dan itu merupakan pelanggaran yang berat, dan tidak dapat ditolerir oleh organisasi,” tandasnya.

Dengan berkurangnya tiga personel Polres Morowali Utara, kata Kapolres, menjadi catatan dan evaluasi bagi personel lainnya untuk tidak bermain-main dengan narkoba.

Halaman:

Editor: Rudy A Mairi

Tags

Terkini

X