• Jumat, 7 Oktober 2022

Mahfud MD Benarkan Irjen Ferdy Sambo Diamankan ke Mako Brimob, Ini Penjelasannya

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 04:37 WIB
Mahfud MD ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Plt MenPAN RB sementara waktu, untuk isi kekosongan pasca meninggalnnya Tjahjo Kumolo. (Twitter/@mohmahfudmd)
Mahfud MD ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Plt MenPAN RB sementara waktu, untuk isi kekosongan pasca meninggalnnya Tjahjo Kumolo. (Twitter/@mohmahfudmd)

METRO SULTENG-Lanjutan proses penyidikan atas kematian Brigadir J yang tewas mengenaskan di tangan rekan kerjanya Bharada E, kini kabar terbaru soal Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditangkap, pada sabtu (6/8/2022). Mahfud MD beberkan fakta mengapa Irjen Ferdy Sambo diamankan ke Mako Brimob.

Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD beberkan fakta mengapa Irjen Ferdy Sambo diamankan ke Mako Brimob, Kelapa Dua Depok.

Baca Juga: Ferdy Sambo Ditahan, Akhir Kasus Brigadir J Terang Benderang

Baca Juga: Menyusuri Danau Matano Dilingkar Tambang Vale, Menyelami Airnya yang Biru dan Memandangi Hutannya yang Rimbun

Mahfud MD telah membenarkan bahwa eks Kadiv Propam Polri telah digiring ke Mako Brimob, setelah muncul pemberitaan di media massa bahwa Ferdy Sambo ditangkap atas kasus penembakan terhadap Brigadir J atau Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Ya, saya sudah mendapat info bahwa Irjen Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob dan Provos. Itu juga sdh tersiar di berbagai media. Yg ditanyakan orang, kok ke Provos? Apakah cuma diperiksa dalam pelanggaran etik?,"tulisnya dalam akun Instagramnya @mohmahfudmd, pada sabtu malam (6/8/2022).

Baca Juga: Pengacara Tetap Tak Percaya Bharada E Bunuh Brigadir Yoshua

Baca Juga: Tragis, Siwa SMP Tewas Dibunuh, Pelaku Diduga Teman Sekolahnya Sendiri

Kemudian, Mahfud MD menjelaskan bahwa menurut hukum, pelanggaran etik dan pelanggaran pidana bisa sama-sama berjalan, keduanya tidak harus saling menunggu dan tidak pun saling meniadakan.

"Artinya, kalau seseorang dijatuhi sanksi etik bukan berarti dugaan pidananya dikesampingkan. Pelanggaran etik diproses, pelanggaran pidana pun diproses secara sejajar."jelasnya. Lebih lanjut, Mahfud mencontohkan kasus eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yakni Akil Mochtar.***

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

X