• Jumat, 30 September 2022

Pemerintah Daerah Jangan "Adem Ayam" Dong Sikapi soal Poboya

- Minggu, 18 September 2022 | 20:55 WIB
Anggota DPD-RI, Abdul Rachman Thaha. (foto: dok pribadi)
Anggota DPD-RI, Abdul Rachman Thaha. (foto: dok pribadi)


METRO SULTENG - Anggota DPD-RI asal Sulawesi Tengah, Dr Abdul Rachman Thaha, menyayangkan sikap pemerintah daerah yang kurang cepat merespon aksi tuntutan masyarakat Poboya, Kota Palu. Padahal, gejolak di Poboya sudah muncul sejak beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Rusuh Demo Tambang Emas Poboya Palu, Warga Bakar Alat Berat Perusahaan

Puncaknya pada Minggu sore (18/9/2022), warga melakukan aksi spontan dengan membakar alat berat milik perusahaan vendor PT CPM. Beberapa hari sebelumnya warga juga memblokade akses jalan.

Hal ini tidak seharusnya terjadi, jika pemda peka dengan situasi di Poboya. Ada api dalam sekam di Poboya.

Baca Juga: PDIP Ungkit Lagi Memori PIlpres 2019 soal Demokrat

"Sangat disayangkan. Pemda sepertinya adem ayam saja. Terkesan membiarkan. Kok begitu ya sikap pemda,"heran ART, panggilan tenar senator muda ini.

Pemerintah daerah, dalam hal ini Walikota Palu maupun Gubernur Sulteng, mesti menegur PT CPM selaku pemegang kontrak karya tambang emas Poboya. Harusnya, sudah jauh hari dilakukan mediasi atau pertemuan yang sifatnya mengarah pada solusi. Bukan malah membiarkan kondisinya seperti ini.

Baca Juga: Menuju Pemilu 2024, Bawaslu Tojo Una-una Buka Rekrutmen Panwascam

"Harus ada konsolidasi secepatnya. Pemda yang fasilitasi. PT CPM jangan mengulur waktu untuk melakukan ganti untung lahan warga. Sumber masalah di Poboya jelas sekali, ganti untung belum dilakukan menyeluruh,"sodok ART.

Alat berat perusahaan tambang emas di Poboya Palu dibakar massa (Foto: tangkapan layar video demo warga)

Mantan aktivis HMI ini meyakini, tidak akan muncul reaksi kalau penyebabnya tidak ada. Lantaran ada penyebabnya, maka aksi spontanitas warga tidak bisa dibendung.

"Saya sudah pernah menyampaikan di media bulan lalu, PT CPM segera lakukan pertemuan dengan warga. Silakan duduk bersama cari solusi. Ganti untung lahan jangan diundur-undur,"ujar ART.

Baca Juga: Puluhan Personel Polri Diterjunkan Untuk Pengamanan Rakornas Badan Kesbangpol se-Indonesia di Banggai

Dirinya menyampaikan ini bukan tanpa dasar. Laporan masyarakat Kota Palu tentang tambang emas Poboya sudah banyak masuk ke dia. Salah satunya soal ganti untung lahan warga yang masuk dalam areal kontrak karya PT CPM.

"Di Poboya akan bergejolak terus, jika tidak cepat diredam. Pemda harus turun tangan lakukan fasilitasi,"desak anggota Komite 1 yang salah satu tugasnya membidangi keamanan ini.

Halaman:

Editor: Icam Djuhri

Tags

Terkini

559 Unit Huntap Talise Dimulakan Pembangunannya

Senin, 26 September 2022 | 14:29 WIB
X