Hari ini, KPK Periksa 3 Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Alat TTG dan Website Desa Pemda Donggala

- Rabu, 25 Januari 2023 | 10:28 WIB
Salah satu bukti pinjaman Bupati Donggala melalui perantara adik kandungnya Hikmah di Desa Polanto Jaya dan dilunasi menggunakan dana TTG oleh Mardiana (Foto: Dok)
Salah satu bukti pinjaman Bupati Donggala melalui perantara adik kandungnya Hikmah di Desa Polanto Jaya dan dilunasi menggunakan dana TTG oleh Mardiana (Foto: Dok)

METRO SULTENG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kembali memanggil 3 orang saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan Bupati Donggala Kasman Lassa, Asisten 3 DB Lubis dan mantan Camat Banawa Selatan (Bansel) Hikmah serta sejumlah pejabat lainnya di Pemda Donggala, Sulawesi Tengah.

Ketiga orang saksi yang dipanggil oleh penyidik KPK yakni mantan Kadis PMD Abraham Taud, Direktur CV Mardiana Mandiri Pratama (MMP) Mardiana dan Direktur Hani Colection Ardiansyah.

"Saya dipanggil KPK terkait kasus TTG dan proyek website desa di Donggala Pak " kata Abraham dikonformasi, Rabu (25/1/2023).

Baca Juga: Mendulang Cinta di Tengah Hiruk Pikuk Smelter PT GNI

Menurut Abraham, dirinya dipanggil oleh KPK terkait dugaan kasus korupsi program pengadaan alat TTG dan website desa. Kata Abraham, panggilan KPK terhadap dirinya sudah yang kedua kalinya.

"Ini panggilan yang kedua dan saya akan beberkan semuanya siapa aktor dibalik program ini," terang Abraham kepada wartawan.

Sementara itu, Direktur CV MMP Mardiana yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya sedang mempersiapkan semua dokumen terkait program pengadaan alat TTG dan website desa yang nantinya akan diserahkan kepada penyidik KPK di Jakarta pada saat pemeriksaan.

Baca Juga: Terbaru! Yamaha Grand Filano Hybrid Connected, Penuh Warna dan Lux, Harga Rp27 Jutaan

"Iya saya dipanggil lagi dengan KPK. Dan sekarang saya sedang menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan," kata Mardiana.

Mardiana mengaku, dirinya dipanggil oleh tim KPK bersama Abraham dan Ardiansya pada Rabu (25/1/2023) terkait kasus dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp4,1 miliar tersebut.

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

X