Buka PPID Batch 2 di Batam, Bupati Morut Delis Ungkap Makelar Investasi Hambat Masuknya Modal Asing ke Daerah

photo author
REDAKSI, Metro Sulteng
- Sabtu, 18 April 2026 | 12:50 WIB
Bupati Morut Delis dalam forum PPID
Bupati Morut Delis dalam forum PPID

METRO SULTENG - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) sekaligus Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, secara resmi membuka pelaksanaan Implementasi dan Tindak Lanjut Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) Batch 2 di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (17/4/2026).

Gelaran ini menjadi respons konkret daerah atas pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang signifikan, sekaligus memutus praktik 'calo' atau makelar investasi yang selama ini menghambat masuknya modal ke daerah.

PPID dirancang sebagai one-stop solution atau "Mall Pelayanan Investasi" pertama di Indonesia yang mempertemukan investor global dengan seluruh potensi 514 kabupaten/kota dalam satu lokasi.

Baca Juga: APH Didorong Periksa Pengelolaan Lahan Pesisir dan Galian C di Puungkoilu Morowali

Dalam sambutannya, Bupati Delis menegaskan kemandirian fiskal daerah kini menjadi keharusan.

"Transfer dana daerah hari ini dipangkas cukup besar. Dari 350 triliun, kemudian dipangkas lagi menjadi 285 triliun. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, daerah harus kreatif menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru melalui investasi," ujar Delis Julkarson Hehi.

Ia menambahkan, selama ini kepala daerah sering terjebak dalam jaringan perantara.

"Saya punya pengalaman sendiri. Ada investor dari Cina yang ingin bertemu saya selama dua tahun, tapi hanya diputar-putar oleh calo. Baru ketemu saya di Hotel Jalan Hayam Wuruk, Jakarta. Padahal daerah kita butuh akses langsung, tanpa perantara," ceritanya.

Menurut Delis, PPID lahir dari diskusi panjang APKASI dengan International Business Association (IBA) untuk memberikan solusi permanen. Investor tidak lagi perlu berkeliling dari Sabang sampai Merauke. Cukup datang ke Batam, mereka bisa mengakses profil lengkap setiap daerah beserta potensi yang sudah diklaster secara profesional, mulai dari batubara, mineral, perkebunan, hingga pertanian.

"PPID ini seperti dashboard investasi nasional. Investor yang ingin tahu lahan perkebunan 100 ribu hektare atau potensi tambang di daerah tertentu, semuanya tersaji di satu tempat. Ini warisan kita untuk daerah," tegasnya.

Delis juga menjelaskan alasan pemilihan Batam sebagai lokasi PPID.

"Batam hanya selangkah dari Singapura. Ada 7.000 perusahaan multinasional berkantor di Singapura, 84 di antaranya memiliki kantor cabang di sana. Dengan naik ferry, mereka bisa langsung mengenal seluruh potensi Indonesia. Ini peluang emas," paparnya.

Baca Juga: Parlemen Belanda Mendesak Penangguhan Kesepakatan Uni Eropa-Israel Karena kejahatan yang Dilakukan Israel

Ia menambahkan, PPID akan menggelar event reguler seperti business matching, turnamen golf, dan pertemuan langsung antara bupati dengan investor Singapura, China, serta Hong Kong, semua dengan biaya jauh lebih murah dibandingkan pameran konvensional yang menghabiskan ratusan juta rupiah hanya untuk beberapa hari.

Chairman International Business Association (IBA), Shan Shan, menyambut antusiasme tinggi para kepala daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Subandi Arya

Tags

Rekomendasi

Terkini

X