Bupati Poso Dukung Ekspor Raya Durian Beku ke Tiongkok, Sulteng Menuju Raja Durian Dunia

photo author
REDAKSI, Metro Sulteng
- Kamis, 16 April 2026 | 20:58 WIB
Bupati Poso Verna pelepasan ekspor durian Poso ke Tiongkok
Bupati Poso Verna pelepasan ekspor durian Poso ke Tiongkok

METRO SULTENG – Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ekspor raya komoditas durian beku ke Tiongkok, sejalan dengan potensi besar Kabupaten Poso sebagai salah satu pemasok durian terbesar di Sulawesi Tengah, setelah Parigi Moutong.

Kegiatan bertajuk “Sulawesi Tengah Menuju Raja Durian Dunia” ini dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sry Nirwanti Bahasoan serta Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido. Pelepasan ekspor berlangsung di PT Duco Food Indonesia, Kelurahan Baiya, Kompleks Pergudangan Pelabuhan Pantoloan, Kamis (16/04/2026).

Gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi penghasil durian terbesar di Indonesia dengan potensi besar menembus pasar global.

Baca Juga: PT Vale Hadirkan Produk UMKM Morowali di Sulteng Expo 2026, Dorong Ekonomi Lokal

“Potensi ini bukan sekadar kekayaan alam yang perlu kita syukuri, tetapi harus kita kelola secara serius, profesional, dan berorientasi pasar internasional. Hari ini kita membuktikan bahwa petani durian Sulawesi Tengah mampu berdiri sejajar dengan produsen durian terbaik dunia,” tegasnya.

Sejak Januari hingga 12 April 2026, Sulawesi Tengah telah mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar. Khusus pada pelepasan kali ini, sebanyak 17 kontainer dengan volume 459 ton atau senilai Rp42,5 miliar resmi diberangkatkan.

Capaian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Sulawesi Tengah, sebagai pusat ekspor hortikultura, sekaligus mempertegas peran strategisnya sebagai sentral produksi durian di kawasan timur Indonesia, mencakup wilayah Sulawesi seperti Gorontalo, Mamuju Barat, Luwu, Masamba, hingga Bulukumba.

Pemerintah Provinsi juga terus mendorong sinergi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani agar potensi durian mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan daerah “Berani Nambaso”.

Baca Juga: IMIP Bangun Drainase Beton 8,2 Km di Jalur Trans Sulawesi untuk Cegah Banjir dan Genangan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai sektor hortikultura, khususnya durian, memiliki peluang besar di pasar Tiongkok yang sangat luas.

Ia juga menegaskan bahwa program transmigrasi ke depan akan difokuskan pada pengembangan potensi ekonomi wilayah, termasuk menjadikan kawasan Parigi Moutong hingga Poso sebagai koridor ekonomi hortikultura terintegrasi yang didukung investasi dan infrastruktur.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean, anggota DPR RI Ellen Esther Pelealu, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Endi Sutendi, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apudurin) dan para petani durian.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan, pembagian bibit durian kepada masyarakat, serta kegiatan makan durian bersama yang disambut antusias warga.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Subandi Arya

Tags

Rekomendasi

Terkini

X