SHI Minta Aktor dan Pemodal dugaan Illegal Logging Desa Tojo Dibongar, Jangan ada Lempar Tangung Jawab

photo author
jeffry, Metro Sulteng
- Kamis, 16 April 2026 | 07:24 WIB
SHI
SHI

METRO SULTENG – Dugaan aktivitas pembalakan liar (illegal logging) di Desa Tojo, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, hingga kini belum menunjukkan tindak lanjut yang jelas dari pihak berwenang. Kondisi ini mendapat sorotan keras dari Ketua Serikat Hijau Indonesia (SHI), Oktavianus Songgo.

Oktavianus menegaskan bahwa aparat penegak hukum dan instansi terkait harus segera turun tangan serta tidak saling melempar tanggung jawab. Menurutnya, jika indikasi pelanggaran sudah mencuat ke publik, maka langkah cepat di lapangan menjadi keharusan.

Baca Juga: Pasca Insiden Kecelakaan Kerja di jalan Hauling, Sopir PT BKP Jalani Pelatihan Ulang, KTT: Tak Ada Korban Jiwa dan Perbaikan Jalan Berlanjut

“Kenapa tidak turun ke lapangan? Apalagi sudah terindikasi adanya kayu-kayu di lokasi. Jangan menunggu barang bukti hilang baru dilakukan tindakan,” tegasnya, Kamis (16/4/2026).

Ia juga mengkritik alasan klasik yang kerap muncul dalam penanganan kasus serupa, di mana masing-masing instansi berdalih bukan menjadi kewenangannya.

“Jangan saling lempar bola, ini harus diusut tuntas,” ujarnya.

Selain itu, Oktavianus mengingatkan potensi konflik sosial jika persoalan ini tidak ditangani secara serius.

Ia menilai Kekhawatiran akan benturan antarwarga kerap dijadikan alasan untuk tidak bertindak, padahal langkah tegas justru dapat mencegah konflik.

Ia pun mendesak Pemerintah Daerah Touna serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sivia Patuju untuk segera melakukan evaluasi dan memastikan status kawasan hutan yang menjadi lokasi dugaan aktivitas tersebut.

“Kalau serius, buktikan dengan tindakan. Stakeholder harus turun tangan, jangan hanya diam. Katanya sudah ada tindak lanjut dari provinsi, KPH juga sudah menyurat dan turun, tapi langkah selanjutnya apa?” katanya.

Oktavianus menilai aktivitas pembalakan liar merupakan kejahatan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa hutan di wilayah Tojo merupakan sumber kehidupan warga yang harus dijaga bersama, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.

Baca Juga: 300 Tabung Gas LPG Subsidi Diselundupkan Dari Masamba Terjaring Polisi di Morut

“Pemerintah daerah harus jeli melihat persoalan ini. Jangan sampai terjadi bencana seperti di daerah lain akibat kerusakan hutan,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima media ini, kayu-kayu hasil dugaan pembalakan liar tersebut disebut-sebut telah dikeluarkan dari kawasan hutan pada Kamis dini hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Subandi Arya

Tags

Rekomendasi

Terkini

Pelapor Jusuf Kalla Harus Minta Maaf

Rabu, 15 April 2026 | 19:20 WIB
X