Peluang di Balik Normalisasi Rupiah
Di balik tekanan yang terjadi, pelemahan rupiah justru membuka peluang strategis bagi perekonomian nasional.
David melihat kondisi ini dapat meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global, sekaligus mendorong perbaikan neraca transaksi berjalan.
“Ini juga menjadi momentum untuk mempercepat substitusi impor dan memperkuat struktur industri domestik,” katanya.
Fakhrul pun melihat adanya tanda-tanda stabilisasi global, khususnya dari meredanya tensi geopolitik dan naiknya harga komoditas yang menguntungkan Indonesia sebagai negara eksportir. Dalam situasi tersebut, tekanan terhadap rupiah berpotensi mereda secara bertahap.
Baca Juga: Arti Mimpi Dikejar Kucing Menandakan Anda Adalah Orang yang Penyayang, Berikut Deretan Tafsinya
Ia menilai fase overshooting yang terjadi saat ini akan diikuti oleh proses normalisasi nilai tukar. Kondisi ini, menurutnya, dapat dimanfaatkan pelaku pasar sebagai momentum untuk mulai menyesuaikan strategi investasi.
“Ketika mulai ada stabilisasi, biasanya kita masuk fase normalisasi. Ini bisa menjadi momentum untuk secara bertahap mengurangi eksposur terhadap dolar AS,” ujarnya.
Dengan demikian, pelemahan rupiah saat ini tidak hanya mencerminkan dinamika global semata, tetapi juga membuka ruang bagi penguatan daya saing ekonomi nasional ke depan.***