Wakil Ketua DPRD Morut "Telanjangi" PT GNI, M Safri: Ini Kecelakaan dan Kejadian yang Berulang

- Sabtu, 21 Januari 2023 | 19:23 WIB
Wakil Ketua DPRD Morowali Utara, M Safri. (foto: ist)
Wakil Ketua DPRD Morowali Utara, M Safri. (foto: ist)

METRO SULTENG - Kerusuhan yang terjadi antar sesama pekerja (TKI dan TKA Cina) di PT Gunbuster Nickel Industry di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, hingga mengakibatkan 2 orang meregang nyawa, menjadi bukti nyata masih buruknya manajemen yang diterapkan PT GNI.

Peristiwa yang terjadi pada 14 Januari 2023 tersebut, hingga kini masih menjadi bahasan hangat sampai di tingkat nasional.

Keengganan manajemen PT GNI dalam melaksanakan aturan hukum menyangkut buruh/pekerja yang mereka pekerjakan, diduga menjadi penyebabnya. Ini juga diperkuat hasil penelusuran mendalam Komnas HAM Perwakilan Sulteng. Komnas menyebutkan, telah terjadi beberapa insiden kecelakaan kerja di lokasi smelter PT GNI. Bahkan saat smelter itu masih dalam tahap pembangunan alias belum beroperasi seperti sekarang.

Baca Juga: RDP dengan PT GNI, DPRD Morut Ingatkan Bupati Lebih Jernih Melihat Situasi Lapangan

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Morowali Utara, M.Safri, dalam rilisnya kepada media ini, Sabtu 21 Januari 2023.

"Bentrok sesama buruh PT GNI yang menyebabkan dua orang meninggal dunia, sebagai wujud akumulasi kekecewaan dan ketidakpuasan buruh terhadap manajemen PT GNI. Perusahaan lamban merealisasikan tuntutan mereka yang sebelumnya sudah melakukan serangkaian aksi demo," tulis politisi PKB ini.

Demikian pula terhadap kebakaran di pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel PT GNI pada 22 Desember 2022 lalu. Kala itu dua pekerja alat berat juga meninggal. Kejadian ini, sebut Safri, bukanlah kecelakaan kerja yang pertama dalam kurun waktu setahun terakhir.

"Ini data Komnas HAM Perwakilan Sulteng. Dalam setahun terakhir, ada tujuh pekerja yang meregang nyawa di wilayah kerja PT GNI. Tujuh pekerja yang meregang nyawa, terdiri dari dua pekerja bunuh diri. Keduanya warga negara Cina. Sedangkan lima pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja," ungkap Safri.

Kecelakaan kerja yang pertama kali, menimpa seorang operator alat berat berinisial HR (25 tahun). Pekerja ini ditemukan tertimbun longsor bersama exavator merek Sany PC 365 nomor unit lambung 20. Kejadiannya 10 Juni tahun 2020.

Baca Juga: Sidak ke PT GNI di Morowali Utara, Komisi III DPR RI Terima Aduan Perusahaan Diskriminatif Terhadap TKI

Halaman:

Editor: Icam Djuhri

Tags

Terkini

Upaya Parpol Menciptakan Kualitas Perwakilan Perempuan

Minggu, 5 Februari 2023 | 12:56 WIB
X