• Minggu, 5 Februari 2023

Oknum ASN Dinas Perindagkop Donggala Digugat ke PN Palu

- Selasa, 29 November 2022 | 06:05 WIB
Uang menjadi alat tukar utama di era sekarang ini. (Djoko Poerwanto)
Uang menjadi alat tukar utama di era sekarang ini. (Djoko Poerwanto)


METRO SULTENG - Oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN) di Dinas Perindagkop Kabupaten Donggala , Sulawesi Tengah, terpaksa harus berurusan dengan hukum. Oknum ASN berinisial HS, digugat perdata ke Pengadilan Negeri Palu gara-gara berutang ratusan juta rupiah.

Di Dinas Perindagkop Donggala, oknum ASN ini menjabat salah satu kepala bidang (kabid). Dalam gugatan yang dilayangkan oleh seorang pengusaha di Palu tersebut, oknum ASN perempuan ini sebagai tergugat I.

Baca Juga: Bawaslu Poso Perkenalkan Aplikasi JDIH Guna Maksimalkan Pelayanan Informasi Hukum Pemilu 2024

Sedangkan tergugat II seorang laki-laki berinisial Jr. Untuk tergugat III juga seorang laki-laki inisial Mo. Ketiganya berutang Rp 368 juta terhadap penggugat.

Data yang diperoleh media ini di PN Palu Jalan Samratulangi menyebutkan, pengambilan uang Rp 368 juta terkait pengurusan paket proyek di Kabupaten Donggala. Para tergugat menerima uang dari penggugat secara bertahap, mulai dari bulan Agustus 2020 hingga bulan November 2021.

Pada awalnya, penggugat tidak mengenal secara dekat tergugat I (oknum ASN).  Keduanya saling kenal setelah tergugat II dan tergugat III mengenalkan mereka satu sama lain. Perkenalan itu terjadi sekitar bulan Agustus 2020.

Sehari-hari, hubungan penggugat dan tergugat II serta tergugat III adalah mitra bisnis. Penggugat sudah percaya dengan keduanya, karena sudah beberapa kali mengerjakan proyek secara bersama.

Baca Juga: Gimana Nih! Pejabat Akali Pemimpin Tertinggi Soal Tambang Nikel Konawe, Bossman Mardigu: Langgar Hukum

Setelah penggugat dan tergugat I saling kenal, tergugat I menawarkan untuk mencarikan atau mengupayakan paket proyek yang akan dilelang LPSE tahun 2021 di lingkup Pemda Donggala. Mulai dari situlah, penggugat memberikan dana yang diminta tergugat I melalui tergugat II dan disaksikan tergugat III.

Informasi rincian dana Rp 368 juta dan tanggal penerimaan dana juga didapatkan media ini. Berikut datanya : 

- Tanggal 20 Agustus 2020, dana diterima tunai oleh tergugat I sebesar  Rp 28 juta. Penerimaan dana melalui tergugat II disaksikan oleh tergugat III, lalu diberikan kepada tergugat I.

Baca Juga: Kamerun vs Serbia: Aksi Saling Balas Berbuah 6 Gol

- Tanggal 7 Desember 2020, dana Rp 35 juta diberikan lagi kepada tergugat II disaksikan tergugat III. Kemudian diserahkan kepada tergugat I.

- Tanggal 8 Desember 2020, dana diterima tergugat I sebesar Rp 50 juta.

- Tanggal 8 Desember 2020, dana Rp 15 juta diterima tergugat II disaksikan tergugat III,  lalu diberikan kepada tergugat I.

- Tanggal 17 Desember 2020, dana diterima tergugat I sebesar Rp 35 juta.

- Tanggal 21 Desember 2020, dana diterima lagi tergugat I sebesar Rp 50 juta.

- Tanggal 12 Januari 2021, dana Rp 50 juta diterima tergugat II disaksikan tergugat III,  lalu diberikan kepada tergugat I.

- Tanggal 12 Januari 2021, dana Rp 10 juta diterima tergugat II disaksikan oleh tergugat III, lalu diberikan kepada tergugat I.

- Tanggal 5 Februari 2021, dana Rp 50 juta diterima tergugat I melalui transfer rekening Bank Mandiri atas nama anak tergugat I.

- Tanggal 21 November 2021, dana Rp 50 juta diterima tergugat II disaksikan oleh tergugat III, lalu diberikan kepada tergugat I.

Namun seiring waktu, setelah menerima uang, penggugat mulai menanyakan pekerjaan yang dijanjikan para tergugat via telepon maupun Whatshapp. Tapi apa, realisasinya nihil. Para tergugat hanya terus menjanjikan saja. Bahkan terkesan menghindar serta cenderung tak ada iktikad baik.

Baca Juga: Kopi Bintang, Kopi Legendaris Asal Sulawesi Tengah Buka Toko Pertamanya di Kota Palu

Karena sikap para tergugat yang demikian, penggugat mulai resah karena sudah dirugikan. Sebelum membawa kasus ini ke PN Palu, ketiganya lebih dulu dilayangkan somasi hukum oleh pengacara penggugat.

Setelah disomasi, tergugat I mengembalikan uang kepada penggugat Rp 25 juta pada tanggal 25 Juni 2021. Total pengambilan uang pun berkurang. Tersisa yaitu Rp 343 juta.

Untuk membenarkan data yang diperoleh media ini, kuasa hukum penggugat yang dikonfirmasi membenarkan gugatan kliennya.

"Gugatan perdata sudah kami masukan. Proses mediasi beberapa waktu lalu di PN Palu dinyatakan gagal. Sehingga sidangnya dilanjutkan ke pokok perkara,"kata Ishak Adam SH, MH, kuasa hukum penggugat dihubungi Senin (28/11).

Jumlah gugatan materiil yang dituntut kliennya terhadap para tergugat sebesar Rp 589 juta. Hitungan ini berdasarkan bunga 3 %. Pokok utang ditambah dengan bunga selama dua tahun atau 24 bulan.

Sementara gugatan inmateriil yang dituntut kepada para tergugat sebesar Rp 2 miliar. Diminta dibayarkan secara tunai, seketika, dan tanpa syarat secara tanggung renteng para tergugat.
 

"Total tuntutan kerugian klien yang kami cantumkan dalam gugatan sebesar Rp 2.589.960.000 (dua miliar lima ratus delapan puluh sembilan juta sembilan ratus enam puluh ribu rupiah),"beber Ishak Adam.

Ishak meyakini kasus yang mereka gugat perdata ini, posisi hukum kliennya besar kemungkinan gugatannya kabul. Dan setelah gugatan perdata, Ishak juga berencana melaporkan para tergugat secara pidana.
 
Baca Juga: PT IMIP Bina Masyarakat Morowali Olah Sampah Jadi Uang

"Kami juga akan laporkan ke Polda Sulteng untuk kasus pidananya. Segera menyusul. Kami harap para tergugat kooperatif dalam menjalani proses hukum,"tandas Ishak. ***


Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

X