• Minggu, 27 November 2022

Pansus DPD-RI Tuding Asuransi Jiwasraya dan IFG Life Lakukan Pembangkangan

- Jumat, 16 September 2022 | 23:23 WIB
Anggota DPD-RI, Dr Abdul Rachman Thaha. (foto: dok pribadi)
Anggota DPD-RI, Dr Abdul Rachman Thaha. (foto: dok pribadi)
METRO SULTENG - Panitia khusus Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) benar-benar dibuat kesal oleh dua perusahaan asuransi. Yakni, PT Asuransi Jiwasraya (Perseroan) dan PT Asuransi Jiwa IFG atau IFG Life. Kedua asuransi ini bikin Pansus DPD-RI meradang. 
 
 
Pasalnya, Pansus sudah tiga kali melayangkan surat undangan RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum). Tapi undangan yang dilayangkan Pansus DPD-RI tidak digubris. Manajemen kedua perusahaan memilih tidak hadir. 
 
"RDP bersama untuk mendengarkan langsung permasalahan yang dihadapi PT Asuransi Jiwasraya. Yang mana gagal melakukan pembayaran terhadap klaim nasabah. Ini sangat mengkhawatirkan dan telah menjadi catatan kelam bagi perasuransian,"kata Wakil Ketua Pansus DPD-RI, Dr Abdul Rachman Thaha, Jumat (16/9/2022) di Jakarta. 
 
 
Undangan yang ketiga kalinya hari ini (Jumat 16 September), kedua asuransi milik perusahaan plat merah tersebut tidak hadir lagi. Ini telah memperlihatkan pembangkangan terhadap lembaga tinggi negara, yaitu DPD-RI. Padahal DPD-RI begitu banyak menerima aspirasi dari daerah tentang gagal bayar klaim polis nasabah.
 
"Kami sebagai anggota DPD-RI yang telah diberikan amanah oleh rakyat yang ada di daerah, harus menyikapi dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Karena inilah tanggungjawab kami secara politis,"ujar senator yang akrab disapa ART ini.
 
 
Karena itulah, Pansus DPD-RI mengundang kedua perusahaan asuransi guna mendengarkan permasalahan yang ada dan apa solusinya terhadap rakyat pemegang polis
 
"Setahu kami, Panja DPR-RI juga telah bekerja dan berkomitmen dengan pemerintah. Tapi ternyata masalah ini tidak selesai secara tuntas,"terang ART.
 
 
Buktinya, terbentuk Forum Korban Nasabah Jiwasraya (FKNJ) yang telah mengadu ke DPD-RI. Bahkan, ketika dibuka pengaduan di semua kantor perwakilan DPD-RI dan melalui situs web Pansus, per 16 September 2022 sudah 150-an lebih pengaduan yang masuk. Terutama yang tidak mau ikut program restruksisasi yang kesannya dipaksakan.
 
"Yang jelas, Pansus DPD-RI telah menemukan sejumlah masalah baru dan harus dituntaskan. Kalau tidak ada masalah, mestinya pihak asuransi datang jelaskan, bukannya membangkang begini,"kesal senator dari Sulawesi Tengah ini.
 
 
Di sela perjalanan bekerjanya Panja DPR-RI yang belum juga menyelesaikan permasalahan, maka pengaduan ke-DPD-RI tidak bisa dihindari. Dan DPD menindaklanjuti dengan membentuk Pansus. Supaya bisa difasilitasi dan dicarikan solusi keluhan masyarakat tersebut.
 
Apalagi pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT IFG senilai Rp 20 triliun, yang tertuang dalam UU Nomor 9 tahun 2020 tentang APBN TA 2021, guna membantu penyelamatan polis asuransi PT Asuransi Jiwasraya
 
 
"Tapi ternyata, tidak menyelesaikan masalah juga. Tentunya, selaku salah satu pimpinan Pansus beserta anggota, saya sangat menyesalkan sikap perusahaan asuransi plat merah ini,"tekan ART.
 
ART dan rekan-rekan Pansus DPD-RI bukannya gila hormat, tapi etika bernegara perlu diingat. 
 
 
"Kami ini lembaga politik, lembaga aspirasi. Jika kami tidak menindaklanjutinya, dimana tanggungjawab kami selaku pemegang amanah rakyat,"tandas ART. ***
 

Editor: Icam Djuhri

Tags

Terkini

Berikut 9 Presidium MN KAHMI Terpilih Periode 2022-2027

Minggu, 27 November 2022 | 09:06 WIB

Inilah 5 Presidium Baru MN Forhati Periode 2022-2027

Minggu, 27 November 2022 | 08:21 WIB

Prabowo Akui Peran HMI dalam Sejarah Indonesia

Minggu, 27 November 2022 | 05:39 WIB

Sisi Lain Munas KAHMI XI: Anies Pulang, Prabowo Datang

Sabtu, 26 November 2022 | 17:52 WIB
X