Daftar Negara Terancam Bangkrut Setelah Sri Lanka, Indonesia?

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB
AP Photo/Eranga Jayawardena Warga Sri Lanka menyambut fajar tahun baru Sinhala dan Tamil di lokasi protes dekat kantor presiden di Kolombo, Sri Lanka, Kamis, 14 April 2022. Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa menunjuk 17 menteri baru pada Senin (18/4/2022
AP Photo/Eranga Jayawardena Warga Sri Lanka menyambut fajar tahun baru Sinhala dan Tamil di lokasi protes dekat kantor presiden di Kolombo, Sri Lanka, Kamis, 14 April 2022. Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa menunjuk 17 menteri baru pada Senin (18/4/2022

METRO SULTENG-Kondisi perekonomian global yang ditambah dengan isu geopolitik perang antara Rusia dan Ukraina membuat sejumlah negara berpotensi mengalami kebangkrutan. Melansir dari laporan AP seperti dikutip CNBC Indonesia, penyebab krisis ekonomi yang dihadapi setiap negara berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Namun, kepastian utama dari berbagai penyebab krisis tersebut diperburuk dengan inflasi yang tinggi. Ketika inflasi menanjak, maka daya beli masyarakat akan tergerus yang akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Di Sri Lanka, inflasi tercatat meroket 54,6% year-on-year (yoy), menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Tingginya inflasi berawal dari pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) melanda.

Saat itu, perekonomian global nyaris berhenti total, sebab banyak negara menerapkan kebijakan lockdown. Ketika vaksinasi sudah gencar dilakukan dan penambahan kasus baru menurun drastis, lockdown dicabut, pembatasan sosial tidak lagi ketat, kehidupan masyarakat perlahan kembali normal.

Baca Juga: Ini Titik Pengungsi di 7 Desa Terdampak Banjir Bandang di Torue Parigi Moutong

Baca Juga: Hasil Autopsi Ulang Brigadir J, Pengacara : Tidak ada Baku Tembak, Tapi Disiksa dan Ditembak Jarak Dekat

Alhasil, demand menjadi meningkat, sayangnya belum mampu diimbangi dengan supply. Hukum ekonomi pun bekerja, ketika demand lebih tinggi dari supply, maka inflasi pun terjadi.

Hal ini diperparah dengan perang Rusia dengan Ukraina. Sanksi yang diberikan Amerika Serikat dan Sekutu ke Rusia membuat harga minyak mentah melambung, begitu juga dengan gas alam dan batu bara. Krisis energi pun melanda, yang membuat inflasi semakin meninggi.

Akibat situasi tersebut, Bank Dunia bahkan sempat memberi peringatan terhadap sejumlah negara yang berpotensi mengalami kebangkrutan seperti Sri Lanka.

Dalam laporan Crisis Response Group PBB, pekan lalu, setidaknya ada sembilan negara yang disebut berpotensi bernasib sama seperti Negeri Ceylon. Di antaranya, Afganistan, Argentina, Mesir, Laos, Lebanon, Myanmar, Pakistan, Turki dan Zimbabwe.

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

X