• Jumat, 7 Oktober 2022

Wamenaker Dukung MoU Pemda Morowali Utara dan GNI Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

- Jumat, 29 Juli 2022 | 22:38 WIB
Pemkab Morowali Utara menandatangi nota kesepahaman dengan PT GNI di Kantor Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI (Foto: Ist).
Pemkab Morowali Utara menandatangi nota kesepahaman dengan PT GNI di Kantor Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI (Foto: Ist).

METRO SULTENG-Wakil Menteri ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyoroti upaya pemerintah daerah dalam memperkuat daya serap tenaga kerja. Ia berpesan agar pemerintah daerah berinisiatif mendorong pelatihan dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Morowali Utara dan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Afriansyah mendukung Pemkab Morowali Utara yang baru saja menandatangi nota kesepahaman dengan PT GNI di Kantor Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Hari ini kami menyaksikan MoU, mudah-mudahan pelatihan-pelatihan berbasis kebutuhan industri yang akan dikerjasamakan dapat mendorong tenaga kerja skill di daerah," kata Afriansyah dalam keterangan pers, Jumat (29/7/2022).

Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi menyampaikan pihaknya mendorong realisasi investasi agar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi ia menyebut realisasi investasi di wilayahnya pada tahun lalu mencapai 248 persen dari target awal 4,8 triliun rupiah yaitu di angka 11 triliun.

Baca Juga: 1.800 Jiwa Korban Banjir Bandang Torue Parigi Moutong, 450 Warga Mengungsi

Baca Juga: Viral di TikTok, Pesulap Merah Bongkar Tipu Daya Pengobatan Dukun, Seperti Transfer Penyakit Lewat Kelapa

Baca Juga: Pemda Parigi Moutong Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Bandang Torue

"Ini karena banyak industri pertambangan yang masuk ke Morowali Utara," ujar Delis.

Delis mengungkapkan tingginya nilai investasi mendorong pertumbuhan ekonomi Morowali Utara hingga di atas rata-rata angka nasional. Namun demikian, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran tidak turun secara signifikan.

"Terdapat beberapa penyebab tidak berimbangnya investasi dan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat diantaranya penyerapan tenaga kerja lokal kurang maksimal dan migrasi tenaga kerja terlalu tinggi," ucap Delis.

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

Batik Nambo, Salah satu Produk Unggulan di Tanah Babasal

Jumat, 30 September 2022 | 15:16 WIB

HUT ke-44 Kota Palu, Swiss-Belhotel Ada Promo Harga Nih

Selasa, 27 September 2022 | 09:17 WIB
X