• Minggu, 5 Februari 2023

Sepuluh Personel Polres Banggai Kepulauan Dipecat Tidak Hormat

- Rabu, 30 November 2022 | 00:22 WIB
Kapolres Bangkep, AKBP Bambang Herkamto memimpin langsung upacara PTDH In Absentia bertempat di Aula Endra Dharmalaksana (Foto : dok. Humas Polres Bangkep)
Kapolres Bangkep, AKBP Bambang Herkamto memimpin langsung upacara PTDH In Absentia bertempat di Aula Endra Dharmalaksana (Foto : dok. Humas Polres Bangkep)

METRO SULTENG – Sebanyak sepuluh personel Polres Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, dipecat secara tidak hormat karena melanggar kode etik Polri.

Kapolres Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, AKBP Bambang Herkamto, SH memimpin langsung upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) In Absentia bertempat di Aula Endra Dharmalaksana Polres Bangkep, Selasa (29/11/2022).

Upacara tersebut digelar berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Nomor : KEP/22/XI/2022/KHIRDIN tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Dari Dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia terhitung tanggal 23 November 2022 terhadap Bintara Polres Bangkep, yakni Aiptu JRK, Bripka ST, Brigadir DK, Brigadir MS, Briptu YR, Briptu HA, Bripda NP, Bripda ODA, Bripda RC dan Bripda AA.

Kesepuluh personel Polres Bangkep itu di PTDH karena terbukti melanggar Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Meski tak hadiri anggota yang di PTDH, namun kegiatan tetap berjalan dengan membawa foto yang bersangkutan dan disaksikan oleh pejabat utama serta anggota Polres Bangkep.

Dalam sambutannya, Kapolres Bangkep AKBP Bambang Herkamto menyampaikan persitiwa ini sangat memprihatinkan. Dan ia berharap, persoalan ini tidak perlu terjadi.

“Seandainya masing-masing anggota Polri mampu mengendalikan dan memahami dirinya sebagai insan Bhayangkara, abdi utama masyarakat serta sebagai aparat penegak hukum, seharusnya menjadi tauladan bagi kesatauan, masyarakat dan keluarga,” ucap Kapolres.

Kapoles mengaku sebelumnya telah mengingatkan kepada semua anggota yang di PTDH. Upaya pembinaan terus dilakukan sebelum dilakukan proses sidang kode etik. Dan akhirnya keputusan pimpinan diberhentikan tidak dengan hormat.

“Kami terkadang prihatin terhadap anggota. Kenapa mereka tidak bersyukur, apa yang diberikan kepada mereka. Dan nikmati tugas serta tanggung jawab sebagai anggota Polri,” ungkap Kapolres.

Sehingganya, melalui upacara PTDH ini diharapkan dapat menjadi shock therapy bagi anggota yang lainnya, agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan.

Halaman:

Editor: Abd Rahman M. Djafar

Tags

Terkini

X