Seorang pejabat senior keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa militer Pakistan “sangat” dalam siaga tinggi dan akan menghadapi “kesalahan” apa pun dari pihak Iran dengan paksa.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengutip seorang pejabat provinsi yang mengatakan pada Kamis pagi bahwa "beberapa ledakan terdengar di beberapa daerah sekitar kota Saravan" di tenggara. Lebih lanjut dikatakan bahwa tiga wanita dan empat anak-anak, tidak satupun dari mereka adalah warga Iran, tewas dalam ledakan tersebut.
Wakil gubernur provinsi Sistan-Baluchistan di Iran, Ali Raza Marhamati mengklaim bahwa Pakistan menyerang desa perbatasan di provinsi tersebut dengan beberapa rudal pada pukul 4:30 pagi.
Ledakan kedua, tambahnya, terdengar di dekat kota Saravan di mana tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Iran Mohammad Reza Ashtiani mengatakan Teheran "tidak akan menetapkan" batasan "untuk kepentingan nasional dan pertahanan publiknya.
“Iran tidak akan membiarkan siapa pun menghalangi mereka. Iran adalah kekuatan rudal dan siapa pun yang mengancam Iran akan mendapat tanggapan,” tambahnya.
Dia lebih lanjut mengatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran akan melanjutkan operasinya sampai negara tersebut membalaskan dendam para martirnya.***