METRO SULTENG-Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa "tatanan baru" kini telah berlaku di Selat Hormuz yang strategis, yang menetapkan peraturan baru yang ketat untuk semua lalu lintas maritim.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, komandan Angkatan Laut IRGC mengumumkan bahwa semua kapal komersial hanya akan diizinkan untuk melintas melalui rute yang ditentukan oleh Iran.
Pengumuman itu juga menegaskan kembali bahwa transit kapal militer melalui titik strategis yang berada di bawah kendali Iran tetap dilarang keras.
Menurut Angkatan Laut IRGC, semua transit, baik komersial maupun non-komersial, hanya akan diizinkan dengan otorisasi eksplisit dari angkatan laut IRGC.
Baca Juga: Tidak ada Kekuatan di Dunia yang Dapat Memaksa Bangsa Iran untuk Tunduk
Pernyataan tersebut selanjutnya menyatakan bahwa transit ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang dibuat di bawah gencatan senjata Iran-AS yang sedang berlangsung dan menyusul implementasi gencatan senjata di Lebanon pada Kamis malam.
Langkah-langkah baru ini menandakan cengkeraman kuat Iran atas jalur perairan tersebut, yang dilalui oleh sekitar seperlima minyak dunia, setelah perang agresi selama 40 hari terhadap Republik Islam Iran oleh koalisi Amerika-Israel.
Sebelumnya pada hari Jumat, menyusul pemberlakuan gencatan senjata di Lebanon, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz yang strategis untuk kapal-kapal komersial.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," tulis Araghchi di akun X-nya.
Hal itu kemudian disusul oleh pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, yang menjelaskan bahwa cuitan menteri luar negeri tersebut berada dalam kerangka perjanjian gencatan senjata 8 April.
Ia menekankan bahwa pelayaran kapal melalui Selat Hormuz akan berlangsung di sepanjang rute yang telah ditentukan oleh Iran dan berkoordinasi dengan otoritas berwenang Iran.
Selat Hormuz, jalur air strategis yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman, adalah jalur air yang sangat penting secara strategis yang menjadi denyut nadi ekonomi energi global dan, sekaligus, aset ampuh bagi Republik Islam untuk secara fundamental membentuk kembali keseimbangan kekuatan di Teluk Persia dan di seluruh dunia.
Menurut para ahli, Iran memiliki posisi unik untuk mengendalikan sepenuhnya bagian utara dan paling penting dari selat tersebut, dengan garis pantainya membentang lebih dari 1.600 kilometer di sepanjang Teluk Persia dan Laut Oman.
Jalur perairan strategis ini menjadi sorotan berita sejak 28 Februari, ketika aliansi AS-Israel melancarkan agresi tanpa provokasi terhadap Republik Islam Iran, yang memicu pembalasan keras dari angkatan bersenjata Iran, termasuk penutupan jalur penting tersebut bagi kapal-kapal AS dan sekutunya.