• Selasa, 7 Februari 2023

Gerakan Tanam Cabai di Morowali Utara, Diharapkan Jadi Awal Kebangkitan PKK Desa

- Senin, 14 November 2022 | 23:24 WIB
Bupati Morowali Utara, Delis J Hehi, memberikan penguatan terkait program menanam cabai 1 hektar per desa yang saat ini sedang digalakan di kabupaten tersebut. (foto: istimewa)
Bupati Morowali Utara, Delis J Hehi, memberikan penguatan terkait program menanam cabai 1 hektar per desa yang saat ini sedang digalakan di kabupaten tersebut. (foto: istimewa)

METRO SULTENG - Bupati Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Delis J. Hehi berharap gerakan menanam cabai (rica) satu hektar tiap desa dapat mencegah dan jadi benteng inflasi pada 2022 ini. Hal tersebut diharapkan menjadi awal kebangkitan kader-kader PKK di seluruh desa di Kabupaten Morowali Utara.

Bila gerakan menanam satu hektar cabai tiap desa sukses, maka hasilnya diprediksi minimal Rp75 juta dalam satu siklus panen (lima bulan).

Baca Juga: Lantik Tiga Kades Hasil Pilkades Serentak 2022, Ini Pesan Bupati Delis

Dana sebesar Rp 75 juta, cukup signifikan untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pemberdayaan dan ketahanan keluarga yang dimotori kader-kader PKK di desa, termasuk di dalamnya peningkatan kapasitas kader.

Demikian kata Bupati Delis saat memberikan pembekalan kepada 500-an kader PKK tingkat kabupaten, kecamatan dan desa se-Morowali Utara (Morut) yang mengikuti rapat konsultasi Tim Penggerak PKK Morut di Ruang Pola Kantor Bupati Morut di Kolonodale, Senin (14/11).

Hadir pada kesempatan itu Ketua Tim Penggerak PKK Morut Febriyanthi H. DJ. Hehi, dan wakilnya Widyawati Mala.

Baca Juga: Waspada OPAL Beredar di Morowali Utara

Menurut Bupati Morowali Utara, setiap hektar cabai paling sedikit menghasilkan lima ton dalam satu kali panen (lima bulan). Bila harga jual Rp 25.000/kilogram, maka nilai yang dihasilkan Rp 75 juta.

"Ini hitungan paling minimal. Karena produktivitas lahan cabai bila diusahakan secara intensif bisa mencapai lebih dari 10 ton/ha. Harga jualnya sering kali tembus Rp 40.000 sampai Rp 60.000/kg," ujar mantan anggota DPD-RI periode 2014-2019 tersebut.

Dengan dana sebesar itu, kata Delis, PKK bisa leluasa mengembangkan pembiayaan program dan kegiatan serta peningkatan kapasitas, sehingga PKK di desa bisa menjadi contoh dan penggerak pemberdayaan keluarga.

Halaman:

Editor: Icam Djuhri

Tags

Terkini

X