• Selasa, 7 Februari 2023

Buka Muspimnas PMII di Tulungagung, Wamenag Zainut Tauhid Beber Ancaman Ekstremisme Kalangan Kaum Millennial

- Kamis, 17 November 2022 | 18:13 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi hari ini membuka Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tahun 2022 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (SATU), [Foto:Kemenag)
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi hari ini membuka Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tahun 2022 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (SATU), [Foto:Kemenag)

METRO SULTENG-Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi hari ini membuka Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tahun 2022 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (SATU), Kamis (17/11/2022).

Di hadapan pengurus PMII, Wamenag mengingatkan adanya tren konservatisme di kalangan millennial. Wamenag mendasarkan pandangannya pada hasil penelitian sejumlah Lembaga. Pusat Studi Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta misalnya, pada 2018 melakukan penelitian di 18 kota/ kabupaten di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa ancaman ekstremisme di kalangan kaum muda berusia 15-24 sangat mengkhawatirkan.

“Tren konservatisme ini dicirikan dengan scriptural plus komunal yang juga menguat,” terang Wamenag.

Baca Juga: Antisipasi Ricuh, 1.200 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Muspimnas PMII Tulungagung Jatim

Hadir, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Ketua IKA PW PMII yang juga Bupati Lumajang Thooriqul Haq, Rekrot UIN SATU Maftukhin, jajaran Forkompinda Kab. Tulungagung, Stafsus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga Robikin Emhas, Pengurus Cabang NU Tulungagung beserta seluruh badan otonomnya, Ketua Umum PB PMII M, Abdullah Syukri, Ketua Panitia Muspimnas PB PMII 2022 Muhammad Arifin, para kyai, pimpinan ponpes, pimpinan ormas, serta Sahabat/sahabati peserta Muspimnas PMII dari seluruh Indonesia.

Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga melakukan riset di 18 kota/ kabupaten di Indonesia tentang literatur keislaman Generasi Milenial. Hasilnya menunjukkan bahwa generasi milenial sangat memiliki minat untuk melakukan akses terhadap literatur keagamaan. “Masalahnya adalah terletak pada pilihan topik, di mana jihad dan khilafah paling banyak diminati.

Baca Juga: PKC Sulteng Nilai PB PMII Cederai Independensi, Tegas Akan Tolak Jika Disahkan Draf Muspimnas

Data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dirilis pada 2019 juga menunjukkan fakta bahwa 59,1% pelaku terorisme, berusia kurang dari 30 tahun. Kalangan muda usia 17-24 tahun menjadi sasaran utama penyebaran paham ekstremisme.

“Survey BNPT tersebut juga menunjukan, 80% generasi muda rentan terpapar ekstremisme, karena cenderung tidak berpikir kritis. Umumnya generasi muda milenial ini, lebih cenderung menelan mentah-mentah, arus distribusi informasi dan ideologi. Karena sikap intoleran biasanya muncul, pada generasi yang tidak berpikir kritis. Ini menjadi sasaran empuk kelompok ekstrem,” terang Wamenag.

Berkenaan fakta itu, Wamenag mengingatkan PMII akan pentingnya penguatan moderasi beragama dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan sosial kalangan mahasiswa.

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

Kandungan Surat Muhammad, Keutamaan Serta Manfaatnya

Minggu, 5 Februari 2023 | 05:00 WIB
X