• Minggu, 27 November 2022

Sosok Pahlawan Rasuna Said yang Dijuluki Singa Betina Jadi Halaman Utama Pencarian Google, Berikut Profilnya

- Rabu, 14 September 2022 | 09:17 WIB
Google Doodle menampilkan gambar Rasuna Said
Google Doodle menampilkan gambar Rasuna Said

METRO SULTENG- Mengenang salah satu Pahlawan Nasional, Google Doodle menampilkan gambar Rasuna Said, dihalaman pertama mesin pencarian Google.

Dikutip dari laman resminya, Google Doodle hari ini merayakan ulang tahun ke-112 Rasuna Said, yang dikenang sebagai Singa Betina Pergerakan Kemerdekaan Indonesia.

Google Doodle menjelaskan bahwa Rasuna Said merupakan seseorang berpengaruh pada isu-isu sosial, terutama hak-hak perempuan, seorang guru dan seorang jurnalis. Ia diakui sebagai pahlawan nasional Indonesia, wanita kesembilan yang menerima kehormatan.

Baca Juga: Daftar Tenaga Honorer yang Dihapus di 2023, Apakah Termasuk Anda?

"Selamat ulang tahun, Rasuna Said!" tulis Google seperti dikutip Metrosulteng, Rabu, (14/9/2022).

Lanjut Google Doodle mengungkapkan Rasuna lahir di dekat Danau Maninjau di Sumatera Barat pada hari ini pada tahun 1910. Sejak usia dini, dia blak-blakan tentang masalah hari itu. Keuletan dan kecerdasannya sebagai siswa dengan cepat membuka jalan untuk menjadi asisten guru, yang memotivasi gadis-gadis muda untuk bermimpi besar.

Pada tahun 1926, kata Google Doodle Rasuna diundang untuk bergabung dengan Sarikat Rakyat, atau Gerakan Rakyat diikuti oleh Gerakan Islam pada tahun 1930 yang membawanya untuk menyelenggarakan Persatuan Muslim Indonesia (PERMI) yang kritis terhadap kolonialisme Belanda dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Baca Juga: Kejari Donggala Kembalikan Berkas Perkara, Penahanan Najamudin Diperpanjang, Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan

Hingga pada tahun 1931, sambung Google Doodle Rasuna pindah ke Padang untuk meluncurkan divisi perempuan di PERMI. Fokusnya adalah membuka sekolah sastra untuk perempuan di seluruh Sumatera Barat. Pada tahun 1932, Rasuna ditangkap karena berbicara menentang kekuasaan Belanda. Ribuan orang menghadiri persidangannya di Payakumbuh pada tahun 1932. Pidato pembelaannya menginspirasi dan diberikan tanpa ragu-ragu.

Pada usia 24 tahun, setelah dibebaskan dari penjara pada tahun 1934, Rasuna memulai karir jurnalistiknya dan menulis untuk jurnal perguruan tinggi bernama Raya. Selama beberapa tahun berikutnya, dia membuka lebih banyak sekolah untuk anak perempuan dan berbicara atas nama kelompok wanita Muslim yang tak terhitung jumlahnya.

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

X