• Jumat, 7 Oktober 2022

Keren, Mahasiswa UGM Nur Faiza Juara I Lomba Kedokteran Internasional

- Kamis, 28 Juli 2022 | 07:45 WIB
Rifkanisa Nur Faiza
Rifkanisa Nur Faiza

METRO SULTENG-Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan 2000 (FKKMK) Universitas Gajah Mada atau UGM, Rifkanisa Nur Faiza, berhasil mengharumkan nama UGM di tingkat internasional. Ia bersama dengan rekan kerja yakni tim Erudite dari Universitas Sam Ratulangi, dan UI berhasil meraih juara 1 kategori Poster Ilmiah dari kompetisi Asian Medical Students' Conferences (AMSC) 2022 di Korea University, Seoul pada 17-23 Juli 2022.

Rifkanisa menjelaskan AMSC 2022 merupakan kompetisi yang diperuntukan bagi kedokteran di Asia. Pada kompetisi tahun ini diikuti tim-tim kuat dari 28 negara di kawasan Asia Pasifik dan Oceania.

Baca Juga: Bersama Bupati, 8 Kades di Morowali Utara Ikuti Bimtek Pengembangan Desa Wisata di Bali

Baca Juga: Kebun Kopi Hari ini: Longsor di Jalur Toboli Kilometer 11, Tapi Kendaraan Bisa Lewat dengan Hati-hati

Sebelum melaju di babak final, ia mengatakan bahwa timnya harus bersaing dengan peserta lainnya di tingkat nasional dalam Pre Conference Competition AMSC 2022) dan berhasil mendapatkan peringkat pertama. Selanjutnya mewakili Indonesia di tingkat internasional.

“Di tingkat internasional diseleksi lagi dan 9 terbaik berhak mengikuti final untuk mempresentasikan gagasannya. Sembilan terbaik ini merupakan tim yang berasal dari Inggris, Thailand, Indonesia, India, Singapura, serta Korea Selatan,” ungkapnya dalam rilis media, Rabu (27/7).

Rifkanisa memaparkan timnya terpilih menjadi juara dengan mengajukan karya berupa systematic review & meta-analysis dengan judul Breaking Through Barriers on Improving Balance and Gait in Parkinson's Disease: A Systematic Review and Meta-Analysis of Virtual Reality Telerehabilitation. Ia menjelaskan dalam karya yang mereka ajukan menekankan pada penggunaan Virtual Reality (VR) Telerehabilitation untuk meningkatkan keseimbangan dan gaya berjalan pada pasien Parkinson's Disease (PD).

Mengapa tim ini mengajukan usulan tersebut? Rifkanisa menyampaikan bahwa penyakit Parkinson (PD) adalah gangguan neurodegeneratif & gerakan paling umum secara global dengan prevalensi meningkat 155,5% dalam 20 tahun. Karenanya mereka tergerak untuk berkontribusi membantu mencarikan solusi terapi bagi penderita penyakit tersebut.

Baca Juga: Cek Fakta: Video Orang Pegang Potongan Kepala Bukan di Jalan Palu Napu Tapi di India

Baca Juga: Ditandu dari Pedalaman Wana Morowali Utara, Ibu Melahirkan Meninggal Diperjalanan Menuju Puskesmas

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

PT BTIIG Bangun Tiga Mesjid Anti Gempa Di Morowali

Minggu, 18 September 2022 | 21:44 WIB

Basarnas Palu Gelar Pelatihan Medan Ketinggian

Rabu, 14 September 2022 | 16:48 WIB
X