3 Hadits Nabi Tentang Keutamaan Makan Sahut Pada Bulan Ramadhan

- Rabu, 29 Maret 2023 | 05:20 WIB
Keutamaan makan sahur
Keutamaan makan sahur

METRO SULTENG-Makan sahur bagi orang yang berpuasa bukan sekedar mankan tapi lebih dari itu diturunkannya berkah kepada hamba yang makan sahur.

Secara lahiriyah, kegiatan makan dan minum di waktu sahur merupakan bagian dari pengisian energi sebelum menjalankan ibadah puasa.

Berkenaan dengan sahur, Rasulullah SAW dalam beberapa kesempatan kerap menyebut istilah ini. Setidaknya terdapat tiga hadits yang membicarakan hal ihwal terkait sahur. Berikut penjelasannya:

Pertama, santap sahur merupakan berkah

Dalam memotivasi umatnya untuk melaksanakan sahur, Rasulullah SAW menyebut santap sahur merupakan berkah. Hal tersebut sebagaimana yang disabdakan olehnya:


قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

“Nabi ﷺ bersabda, “Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah.” (HR Bukhari, No 1789)

Melalui hadits di atas, dapat diketahui secara jelas bahwa Rasulullah SAW menegaskan adanya keberkahan di dalam sahur.

Salah satu keberkahan yang nyata dan dapat dirasakan secara langsung adalah terletak pada fungsi sahur yang dapat membuat orang yang berpuasa kuat menjalankan ibadah.

Kuat dalam artian di sini adalah tidak merasa keberatan dan mengurangi rasa lelah ketika melakuan ibadah puasa.

Sebab sebelumnya dia telah melakukan santap sahur utuk menyiapkan energi selama menjalankan puasa hingga waktunya berbuka.

Kedua, keutamaan mengakhirkan sahur

Mengakhirkan sahur merupakan kebiasaan Rasulullah SAW mana kala menjalankan ibadah puasa. Hal ini sebagaimana sabdanya:


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ تَسَحَّرَا فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِهِمَا قَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصَّلَاةِ فَصَلَّى قُلْنَا لِأَنَسٍ كَمْ كَاانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِي الصَّلَاةِ قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi ﷺ dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahur, beliau lalu bangkit melaksanakan salat.” Kami bertanya kepada Anas, “Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan sholat?” Anas bin Malik menjawab, “Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat.” (HR Bukhari, no 547)

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

X