METRO SULTENG-Tingkatan Rezeki paling rendah adalah harta, karena ada rezeki paling tinggi seperti kesehatan, keturunan yang saleh, ilmu yang bermanfaat, hingga puncaknya adalah ridha Allah.
Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul Tingkatkan Rezeki”.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Menjadi keniscayaan bagi kita untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah atas limpahan nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kehidupan. Mari kita wujudkan rasa syukur ini dengan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Karena hanya dengan takwa, hidup kita akan terarah, dan rezeki kita akan penuh keberkahan.
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ . وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ
Artinya: “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga.” (QS At-Thalaq: 2-3) Pada kesempatan ini, mari kita renungkan hakikat dan tingkatan rezeki sebagaimana dijelaskan oleh ulama bernama Muhammad Mutawalli al-Sha'rawi.
Beliau menjelaskan bahwa rezeki memiliki tingkatan, bukan sekadar harta yang kita miliki. Syekh asy-Sya’rawi menjelaskan 4 tingkatan rezeki dalam ungkapan yang sangat indah:
المَالُ هُوَ أَدْنَى دَرَجَاتِ الرِّزْقِ. وَالعَافِيَةُ أَعْلَى دَرَجَاتِ الرِّزْقِ. وَصَلَاحُ الأَبْنَاءِ أَفْضَلُ أَنْوَاعِ الرِّزْقِ. وَرِضَا رَبِّ العَالَمِينَ فَهُوَ تَمَامُ الرِّزْقِ
Artinya: “Harta adalah rezeki paling rendah, kesehatan adalah rezeki paling tinggi, anak saleh adalah rezeki paling utama, dan ridha Allah adalah rezeki yang paling sempurna.”
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Tingkatan rezeki yang pertama adalah harta. Harta adalah kebutuhan dasar kita. Dengan harta kita bisa makan, berpakaian, dan memenuhi kebutuhan hidup.
Namun, jamaah sekalian, harta adalah tingkatan rezeki yang paling rendah. Mengapa? Karena harta bisa dimiliki oleh siapa saja, baik orang beriman maupun orang yang ingkar. Bahkan terkadang harta bisa diperoleh dengan cara yang tidak benar.
Maka jangan sampai kita menjadikan harta sebagai tujuan hidup, tetapi jadikan ia sebagai sarana menuju kebaikan karena semua akan dipertanggungjawabkan. Rasulullah bersabda: