Listrik di Morowali Utara Jadi Perbincangan Hangat, PLN Beberapa Kali Didemo

- Selasa, 6 Desember 2022 | 13:48 WIB
Gara-gara listrik padam, warga terpaksa pakai lilin untuk penerangan. (foto: rudy)
Gara-gara listrik padam, warga terpaksa pakai lilin untuk penerangan. (foto: rudy)

METRO SULTENG - Kabupaten Morowali Utara di Sulawesi Tengah yang saat ini didatangi banyak investor tambang dan perkebunan kelapa sawit, menjadi salah satu daerah primadona bagi para pencari kerja, khususnya di sektor industri pertambangan. Tapi sayangnya layanan listrik PLN masih saja jadi buah bibir pelanggan listrik akibat pemadaman yang tak karuan.

Semisal Senin (5/12/2022) kemarin pihak PLN mengumumkan terjadinya pemadaman dari pukul 08:00-16:00 Wita karena adanya pembersihan jaringan atau mapalus pemangkasan dan pasangan LBS. Lalu sekitar pukul 16:00 Wita listrik kembali menyala, namun hanya sekitar 30 menit menyala, tiba-tiba padam lagi sampai hari Selasa (6/12/2022) siang masih padam.

Baca Juga: Kegiatan GERMAS dan HKN Puskesmas Lindu Diapresiasi

Entah pukul berapa di hari Selasa akan kembali menyala. Sontak, hal ini membuat pelanggan listrik harus bersabar selama 8 jam, bahkan sudah puluhan jam lamanya pemadaman listrik masih terjadi. Sementara penyebab pemadaman yang menelan waktu nyaris 24 jam lamanya belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Terkait listrik yang sering padam bahkan nyaris setiap hari terjadi pemadaman, menjadi perbincangan hangat di Toko Putra Mandiri di Desa Beteleme Kecamatan Lembo. Warga yang sudah menjadi pelanggan toko ini, sebelum berbelanja membahas masalah listrik.

Nahkan beberapa konsumen saat terjadi transaksi, jumlah total barang yang di belanja, sisipan keluhan tak lain adalah listrik. Yang diduga banyak merugikan pelanggan listrik, adalah alat elektronik rumah tangga yang banyak jadi korban kerusakan akibat listrik PLN yang tak stabil.

Baca Juga: Legislator Senayan Apresiasi Polri Ungkap Perusahaan Pinjol Ilegal di Sulawesi Utara

Padahal pelanggan juga wajib dilindungi sesuai undang-undang nomor 8 tahun 1999 perlindungan konsumen. Pasal 4 tentang perlindungan konsumen adalah hak atas Kenyamanan, Keamanan, dan Keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.

"Makanan yang diawetkan dalam kulkas jadi busuk dan tidak bisa lagi dikonsumsi," ujar pelanggan Toko Putra Mandiri.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Wara'a Kecamatan Lembo saat dimintai tanggapan terkait listrik yang kelamaan padam dari sore kemarin sampai Selasa (6/12) masih kondisi padam, tak banyak memberi komentar terkait pemadaman listrik.

Halaman:

Editor: Rudy A Mairi

Tags

Terkini

3 Zodiak Yang Paling Dibenci Banyak Orang, Kenapa?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 17:00 WIB

Gempa Terkini 4,2 Magnitudo Guncang Kota Bogor

Sabtu, 4 Februari 2023 | 09:21 WIB
X