• Minggu, 27 November 2022

Stadion Kanjuruhan, Kandang Singo Edan yang Angker, Diresmikan Megawati Tahun 2004

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 18:30 WIB
Stadion Kanjuruhan (Foto: Istimewa)
Stadion Kanjuruhan (Foto: Istimewa)

METRO SULTENG-Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu atas tewasnya 131 suporter dan penonton laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

Stadion yang terletak di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu menyimpan sejarah panjang perjalanan sepak bola di Malang.

Dilansir laman kanjuruhan.weebly, Stadion Kanjuruhan dibangun sejak tahun 1997 silam dengan menelan biaya mencapai 35 milyar rupiah.

Pada 9 Juni 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri resmi menandatangani plakat yang diletakkan di depan stadion milik Pemerintah Kabupaten Malang ini, dengan ditandai gelaran pertandingan kompetisi Divisi I Liga Pertamina Tahun 2004, antara Arema Malang melawan PSS Sleman.

Baca Juga: Sikapi Keluhan Warga, Polres Morowali Bakal Tertibkan Aktivitas Galian C di Matansala

Pertandingan berakhir untuk kemenangan Arema 1-0. Itulah pertama kalinya Arema dan Aremania pindah dari kandang lama Stadion Gajayana, Kota Malang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Sejak kepindahannya ke Stadion Kanjuruhan, kisah keberuntungan dan kemalangan seolah silih berganti datang dan pergi menyertai perjalanan Arema.

Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu perjalanan langkah skuat Singo Edan menggapai mahkota Copa Indonesia 2005 dan 2006.

Sebelum babak final di dua edisi Piala Indonesia itu, Arema meraih kemenangan-kemenangan penting di Stadion Kanjuruhan sehingga mengantarkannya kepada pertempuran di partai puncak hingga mengangkat trofi juara dua kali berturut-turut.

Di Stadion Kanjuruhan ini pula, Aremania pernah meraih predikat The Best Suporter di ajang Copa Indonesia 2006, meski pemberian gelar dan hadiah tak dilakukan secara simbolis di Stadion Kanjuruhan.

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

X