• Minggu, 27 November 2022

22 Master Lulusan South University China Asal Indonesia Kembali Perkuat Industri Nikel di Morowali

- Rabu, 28 September 2022 | 05:20 WIB
Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi langkah Chairman GEM Co. Ltd China Xu Kaihua mengirimkan 22 sarjana Indonesia mengambil pendidikan S2 bidang Metalurgi di Central South University, Ximen, China. (Foto: Ist)
Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi langkah Chairman GEM Co. Ltd China Xu Kaihua mengirimkan 22 sarjana Indonesia mengambil pendidikan S2 bidang Metalurgi di Central South University, Ximen, China. (Foto: Ist)

METRO SULTENG- Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi langkah Chairman GEM Co. Ltd China Xu Kaihua mengirimkan 22 sarjana Indonesia mengambil pendidikan S2 bidang Metalurgi di Central South University, Ximen, China. Ke-22 master metalurgi yang baru diwisuda itu kini memperkuat pengembangan industri nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Tidak banyak pengusaha yang mau memikirkan bisnis dan pengembangan sumber daya manusia secara bersamaan. Prof Xu merupakan pengusaha yang berbeda dan saya berterima kasih atas inisiatif untuk mendidik anak-anak Indonesia menjadi ahli di bidang metalurgi,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 September 2022.

Baca Juga: Usulan Pemekaran Kabupaten Kepulauan Togean Masuk dalam Agenda Pembahasan Banmus DPRD Sulteng

Luhut semakin kagum dengan rencana Xu mengirimkan lagi 50 sarjana Indonesia yang bekerja di perusahaannya di Morowali untuk memperdalam ilmu Metalurgi di China. Kehadiran ahli metalurgi ini semakin memperkuat pembangunan industri metal di Indonesia.

Xu menjelaskan Indonesia merupakan ibu kota nikel dunia. Sebab, dari 100 juta ton nikel di dunia, sekitar 50 juta ton ada di Indonesia. Atas dasar itulah, Indonesia pantas menjadi pusat pengembangan nikel dunia.

Baca Juga: Jupiter Classic 2022 Hadir dengan Gaya Klasik, Banyak Sentuhan Baru yang Menonjol Daripada Skuter Lain

Salah satu yang dilakukan Xu di Morowali adalah membangun museum industri nikel. Di dalam museum yang ditata dengan suasana penambangan nikel, diuraikan sejarah ditemukan nikel sebagai mineral nomor 28 dan kini menjadi salah satu harapan masa depan umat manusia untuk mendapatkan energi bersih.

Museum yang terletak di dalam kawasan industri Morowali itu sekaligus diresmikan oleh Menteri Luhut. Xu membangun industri pengolahan laterit nikel dengan metode hidrometalurgi yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Menko Luhut: Indonesia Salah Satu Negara Ekonomi Kuat, Tapi Masyarakat Harus Kompak Hadapi Krisis Global

Dalam kunjungan sekitar tiga jam di Morowali, Luhut juga melihat kemajuan industri baru yang sedang dalam pembangunan. Dua Industri yang sedang dipersiapkan di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) adalah industri daur ulang baterai berkapasitas 40 ribu ton dan industri cobalt-nickel yang akan menyerap investasi baru sekitar Rp3,8 triliun oleh dua perusahaan berbeda.

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

X