• Jumat, 7 Oktober 2022

Pinisi Kapal Laut Indonesia, Tangguh Mengarungi Samudera

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:48 WIB
Pinisii
Pinisii

METRO SULTENG-Pinisi adalah kapal laut tradisional khas Indonesia. Berasal dari Suku Makassar di Sulawesi Selatan. Perahu kayu inilah yang membawa pelaut mengarungi lautan dan samudera, berlayar ke berbagai belahan dunia.

Pinisi terbuat dari kayu. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh helai layar, yaitu tiga diujung depan, dua di depan, dan dua di belakang. Pinisi merupakan kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar dengan dua tiang dengan tujuh helai layar.

Dalam sejarah, para pelaut Sulawesi berhasil mencapai Pulau Madagaskar di Afrika menggunakan Kapal Pinisi. Mereka banyak yang menetap di Madagaskar, lalu mendirikan sebuah kerajaan bernama Merina.

Baca Juga: Taekwondo SMANOR Tadulako Rebut 12 Medali di Kejuaraan CCOT 2022 Se-Indonesia

Baca Juga: Warga Combat Beteleme Turunkan Bantuan Korban Banjir Bandang Torue

Baca Juga: Polda Sulteng Didesak Ungkap Cukong PETI Sungai Tabong Diduga Bernama Eman

Baca Juga: Menteri PUPR Basuki Tinjau Lokasi Banjir Bandang Parigi, Segera Bangun Bendungan dan Normalisasi Sungai Torue

Ekspedisi Kapal Pinisi Pada tahun 1986, ekspedisi kapal Pinisi yang bernama Pinisi Nusantara berlayar dari Indonesia menuju Vancouver, Kanada. Pelayaran ini memakan waktu 62 hari melintasi Samudera Pasifik. Tahun 1987, ada lagi ekspedisi perahu Padewakang, "Hati Marige" ke Darwin, Australia. Ada juga ekspedisi Ammana Gappa ke Madagaskar, dan terakhir pelayaran Pinisi Damar Segara ke Jepang.

Jenis Kapal Pinisi

1. Lamba atau Lambo. Pinisi modern yang masih bertahan sampai saat ini dan sekarang dilengkapi dengan motor diesel (PLM).

Halaman:

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

PT BTIIG Bangun Tiga Mesjid Anti Gempa Di Morowali

Minggu, 18 September 2022 | 21:44 WIB

Basarnas Palu Gelar Pelatihan Medan Ketinggian

Rabu, 14 September 2022 | 16:48 WIB
X