• Jumat, 7 Oktober 2022

Pasca Rusuh Tambang Emas Poboya, Gubernur Sulteng Ajukan 25 H Lahan CPM Jadi Lokasi Tambang Rakyat

- Kamis, 22 September 2022 | 11:50 WIB
300 personil Polisi disiagakan dikantor PT AKM tambang emas Poboya Palu (Foto: Istimewa)
300 personil Polisi disiagakan dikantor PT AKM tambang emas Poboya Palu (Foto: Istimewa)

METRO SULTENG-Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura mengajukan lahan seluas 25 hektare milik PT Citra Palu Mineral (PCM) untuk dikabulkan menjadi lokasi tambang rakyat.

"Kami sudah mengajukan 25 hektare lahan PT CPM untuk sebagai tambang rakyat bagi warga Sulteng," kata Rusdy usai melakukan rapat terbatas di kantor PT CPM, Kelurahan Poboya, Kota Palu.

Dia menjelaskan telah berupaya maksimal untuk menghasilkan solusi bagi masyarakat lingkar tambang emas Poboya, diantaranya dengan mengupayakan pembukaan tambang rakyat.

Baca Juga: Punya Kamera Bagus! Bedah Dalaman HP OPPO Find X5 Pro, Cocok Harganya

Akan tetapi jumlah 25 hektare itu belum secara mutlak dikabulkan pihak PT CPM, sebab akan dilakukan proses pengkajian terlebih dahulu.

"Akan tetapi itu tidak akan langsung diberikan harus menunggu dulu dan tidak mutlak sesuai jumlah pengusulan mungkin hanya 15 hektare yang dikabulkan tergantung PT CPM bagaimana memprosesnya," jelasnya.

Selanjutnya, Rusdy mengemukakan jika nantinya usulan tersebut dikabulkan oleh PT CPM, maka penambang diwajibkan untuk melakukan penjualan hasil dari pertambangan tersebut hanya kepada pihak perusahaan sebagai pemilik lahan.

Baca Juga: Apa Itu Perhelatan UEFA Nations League? Berikut Penjelasannya

Upaya lain, sambung Rusdy, adalah koperasi yang sudah disetujui oleh pihak PT CPM yang di peruntukan bagi masyarakat lingkar tambang maupun khusus warga Kelurahan Poboya.

Dilansir Antara, adapun konsep koperasi itu, hanya membolehkan warga mengambil bongkahan yang sudah ditambang oleh pihak PT CPM ditempat yang tersedia.

Berdasarkan catatan, total lahan kontrak karya yang dimiliki PT Citra Palu Mineral (CPM) seluas 84 ribu hektar yang terdiri dari 5 blok untuk beberapa wilayah.

Baca Juga: Jadwal Lengkap UEFA Nations League: Sejumlah Laga Bigmatch Tersaji, Jangan Lewatkan!

Seperti diketahui, pada Minggu (18/9) sekitar 500 warga Poboya melakukan aksi demonstrasi menolak penambangan emas PT
CPM berujung rusuh. 2 alat berat dibakar, satu mobil dirusak, seorang Karyawan tambang luka-luka dan kantor Kontraktor PT CPM dirusak warga.***

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

Batik Nambo, Salah satu Produk Unggulan di Tanah Babasal

Jumat, 30 September 2022 | 15:16 WIB

HUT ke-44 Kota Palu, Swiss-Belhotel Ada Promo Harga Nih

Selasa, 27 September 2022 | 09:17 WIB
X