• Jumat, 30 September 2022

Harga Pupuk Mahal, Petani Sawit di Morowali Utara Bikin Pupuk Sendiri

- Selasa, 20 September 2022 | 14:55 WIB
Petani sawit asal Desa Ensa Kecamatan Mori Atas, Munding Palega berhasil meracik pupuk organik alami, hasil pun memuaskan ( FOTO: Rudy)
Petani sawit asal Desa Ensa Kecamatan Mori Atas, Munding Palega berhasil meracik pupuk organik alami, hasil pun memuaskan ( FOTO: Rudy)

METRO SULTENG, Morowali Utara - Petani kelapa sawit di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, meradang akibat tingginya harga pupuk non subsidi dalam beberapa bulan terakhir ini. Bahkan mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnnya.

Meski begitu, seorang petani sawit bernama Munding Palega asal Desa Ensa Kecamatan Mori Atas, tak menyerah pada keadaan. Ia mencari akal untuk meracik pupuk sendiri yang biayanya jauh lebih murah dibanding dengan harga pupuk kimia non subsidi sekarang.

"Kami biasa pakai pupuk mutiara dan urea. Pupuk mutiara 16.16.16 yang takaran 50 kilogram harganya Rp 900.000 per sak, sedangkan harga pupuk urea Rp 450.000 per sak. Saya beli pupuk kimia harus bermodal sampai Rp 20.000.000," kata Munding Palega saat ditemui Metro Sulteng di kediamannya, Selasa (20/9/2022).

Munding mengatakan, untuk menghemat biaya, dia terinspirasi setelah menonton channel youTube cara meracik pupuk murah. Lalu, ia berupaya meracik pupuk buatannya sendiri dengan modal awal hanya Rp 5.000.000, dan bisa memupuk hamparan sawit seluas 20 hektar.

“Jadi selisih biaya dengan harga pupuk kimia non subsidi sebesar Rp 15.000.000, di luar upah kerja untuk tenaga kerja penyemprot tanaman sawit,” ujar Mudin.

Dikatakannya, bahan untuk meracik pupuk organik alami ini sangat murah dibanding membeli pupuk kimia.

“Bahannya adalah EM4 dan M21 decomposer ditambah molase yakni, campuran buah pisang masak, buah nenas dan kentang yang telah membusuk. Kemudian dicampur dengan daun-daun hijau seperti daun gamal, lantoro, kacang panjang dan daun kangkung, serta air kelapa dan air hujan yang telah ditampung ke dalam tong berkapasitas 1.200 liter. Lalu, dipermentasi selama kurang lebih 21 sampai 40 hari. Setelah itu, pupuk racikan siap disemprotkan ke tanaman kelapa sawit," jelasnya.

Untuk penggunaannya, kata Mudin, pupuk racikan di campur dengan air, per bandingannya 1 liter pupuk racikan 5 liter air. “Hasilnya, 4 sampai 6 bulan kemudian setelah disemprot pupuk racikan ini, daun sawit yang tadinya kuning akan kembali berwarna hijau dan pertumbuhannya menjadi segar, tandasnya. ***

Editor: Rudy A Mairi

Tags

Terkini

HUT ke-44 Kota Palu, Swiss-Belhotel Ada Promo Harga Nih

Selasa, 27 September 2022 | 09:17 WIB

Tingkatkan SDM, Pemkab Morowali Utara dan PPNS Teken MoU

Sabtu, 24 September 2022 | 20:59 WIB

Inda Cake Beteleme, Warkop Favorit Berbagai Kalangan

Sabtu, 17 September 2022 | 23:58 WIB
X