KUR di Sulteng Rp 2,8 Triliun yang Sudah Tersalurkan

- Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR). (Foto: Antara)
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR). (Foto: Antara)

METRO SULTENG-Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulteng sepanjang tahun 2022 hingga 31 Agustus mencapai Rp2,8 triliun.

"Dengan total penerima KUR mencapai 72.702 orang yang tersebar di seluruh daerah di Provinsi Sulteng. Debitur terbanyak berada di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sebanyak 13.829 orang dengan nilai KUR sebesar Rp503,5 miliar," kata Kepala Kanwil DJPb Kementerian Keuangan Provinsi Sulteng Irfa Ampri dalam acara diseminasi kaian fiskal regional Sulteng di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Palu, dilansir Antara, Rabu (7/9).

Baca Juga: Jenazah Santri Ponpes Gontor yang Tewas Dianiaya Diautopsi Hari Ini

Baca Juga: Intip Kecanggihan Motor Listrik Honda V-Go yang Viral di Cina, Harga 17 Jutaan di Indonesia

Setelah Parimo, lanjutnya, disusul Kota Palu sebanyak 8.118 debitur dengan nilai KUR Rp424,4 miliar, 7.738 debitur dengan nilai KUR Rp306,2 miliar, 5.836 debitur di Morowali dengan total KUR Rp258,4 miliar.

Selanjutnya 7.410 debitur di Poso dengan nilai KUR Rp249,8 miliar, 6.330 debitur di Banggai Kepulauan yang menerima KUR sebesar Rp248,9 miliar, 4.973 debitur di Banggai dengan total KUR yang disalurkan Rp243,6 miliar, 4.864 debitur di Tolitoli dengan total KUR Rp190,5 miliar.

"Selanjutnya 5.758 debitur di Sigi dengan total KUR Rp157,6 miliar, 4.751 debitur di Buol dengan total KUR Rp131,7 miliar, 2.523 debitur di Tojo Una-Una dengan total KUR Rp74,4 miliar, 120 debitur di Banggai Laut dengan total KUR Rp21 miliar dan 452 debitur di Morowali Utara dengan total KUR yang disalurkan Rp11,4 miliar," ujarnya.

Irfa menerangkan sektor yang paling banyak menerima pembiayaan KUR yakni sektor perdagangan besar dan eceran yang tercatat ada 33.131 debitur yang begerak di sektor tersebut dengan total KUR yang disalurkan mencapai Rp1,2 triliun.

Baca Juga: Kisah Bripka Sandi-Aipda Yuniar, Anggota Bhabin yang Dirikan SMK Gratis

Baca Juga: Warga Soroti Aktifitas PT PDS di Luwu Timur, Truk Tambang Melintasi Jalan Beton Pelabuhan Waru-Waru

Disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan yang tercatat ada 29.384 debitur dengan nilai KUR Rp1,09 triliun, dan sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya yang tercatat ada 3.176 debitur dengan nilai KUR Rp149,9 miliar.

"KUR adalah kredit atau pembiayaan modal kerja atau investasi kepada debitur individu, badan usaha atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup," kata Irfa.

Ia mengatakan KUR bertujuan meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil dan menengah, dan .endorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.****

Editor: Subandi Arya

Tags

Terkini

Tokoh Masyarakat Akui PT ANA Aset Berharga

Selasa, 21 Maret 2023 | 18:06 WIB
X