Oleh: Dr. Hasanuddin Atjo
Dua Proyek Strategis Nasional (PSN) sedang berproses di Sulawesi Tengah, yaitu Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Sigi dan Pembangunan Industri Baterai Lithium berbahan baku nikel di Neo Energi Parimo Industrial Estate (NEPIE) Siniu.
Listrik kategori green energi ini diperkirakan berkapasitas 319 Megawaat. Separuh dipakai menyuplai kebutuhan energi kawasan NEPIE. Selebihnya untuk kebutuhan di Sulawesi Tengah khususnya kawasan Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.
Baca Juga: P3K Diharap Miliki Skill Urban Farming, Ditengah Persaingan yang Semakin Ketat
TP4 (Tim Percepatan Proriitas Pembangunan Provinsi) yang dibentuk oleh Gubernur Anwar Hafid, sementara merancang sinkronisasi program strategis tersebut terhadap percepatan capaian program 9 Berani.
Ketersediaan listrik terbarukan dan baterai lithium sebagai motor penggerak yang ramah lingkungan, telah teragenda untuk disusun peta manfaat fungsionalnya, agar menjadi salah satu referensi akselerasi investasi dan pengembangan sektor lain. Tidak mengulangi lagi kekeliruan sebelumnya.
Sulawesi Tengah kehilangan momentum atas kehadiran beberapa proyek Strategis sebelumnya, seperti industri Gas Dongisinoro di Luwuk, PLTA Poso (kapasitas 515 MW, terbesar di Sulawesi) serta Industri Nikel di Morowali dan Morowali Utara.
Sejumlah manfaat yang bisa lahir dari keberadaan dua PSN baru, diantaranya percepatan realisasi bypass Kasimbar dan Tambu, menghubungkan Teluk Tomini (ALKI III) dan Selat Makassar (ALKI II), serta peningkatan akses dari Teluk Tolo ke Teluk Tomini untuk kelancaran suplai nikel.
Ini mendorong kinerja Berani Lancar yang sekaligus menjadi bagian integral dari program 1000 km Tol Desa, akses ke Kawasan Agropolitan (Durian, Kelapa dalam), Agromaritim (rumput laut, Tuna-Tingkol-Cakalang) yang pada saat ini menjadi prioritas nasional.
Pengembangan sektor pangan dalam hal ini Berani Makmur dengan tagline: panen raya dan tangkap banyak, mesti dirancang dengan pendekatan mekanisasi memanfaatkan teknologi pertanian modern.
Menggerakkan traktor dan mesin pertanian lainnya sudah saatnya dirancang memakai tenaga penggerak baterai. Demikian pula dengan kapal nelayan skala kecil. Sangat relevan menghadapi tuntutan green energi dan tantangan krisis energi fosil.
Dukungan inovasi dan riset jadi kebutuhan mendesak. Ini bisa diintegrasikan dengan program Berani Cerdas yang saat ini lagi jadi salah satu prioritas utama. Berani Cerdas saatnya lebih diarahkan pada kebutuhan yang spesifik.
Selain itu, keberadaan kedua PSN ini akan menambah dana bantuan CSR (Community Social Responsibility) yang saat ini sangat dibutuhkan, karena kapasitas fiskal daerah yang terus menurun akibat pemangkasan dana transfer dari Pusat.