• Minggu, 27 November 2022

Dialog Religi, H. Nasruddin Ungkap Ciri-Ciri Orang Munafik

- Senin, 19 September 2022 | 13:10 WIB
Kakankemenag Kota Palu, Dr. H. Nasruddin L. Midu, M.Ag saat menjadi Narasumber di Acara Kajian Religi Dialog Interaktif Subuh di LPP-RRI Palu, Senin 19 September 2022 (FOTO : dok. Kemenag Sulteng)
Kakankemenag Kota Palu, Dr. H. Nasruddin L. Midu, M.Ag saat menjadi Narasumber di Acara Kajian Religi Dialog Interaktif Subuh di LPP-RRI Palu, Senin 19 September 2022 (FOTO : dok. Kemenag Sulteng)

METRO SULTENG, Palu - Dalam Islam makna munafik merupakan sifat yang berpura-pura ikuti ajaran agama, namun tidak membenarkan dalam hatinya. Dengan kata lain, munafik bermakna tak selaras antara lahir dan batin. Termasuk dalam hal keyakinan, hatinya ingkar sementara mulutnya mengaku beriman. 

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Palu, Sulteng, Dr. H. Nasruddin L. Midu, M.Ag pada acara kajian religi tematik di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Palu, yang didampingi oleh presenter, Joko Nurcahyo, Senin (19/9/2022).

Dalam dialog H. Nasruddin menyebut, ciri-ciri orang munafik dapat dilihat dalam hadist Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat.” (HR. Al- Bukhari). 

Perilaku orang munafik banyak diceritakan dalam Alquran, sebagai peringatan agar sifat tercela itu dihindari. “Pasalnya sifat munafik bisa jadi penyebab timbulnya penyakit hati dan menghilangkan nilai-nilai ketaqwaan kepada Allah. Tidak hanya itu, sifat tercela ini bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” kata H. Nasruddin.

Selain itu, H. Nasruddin juga menjelaskan dalam surah An-Nisa ayat 142 tentang watak orang munafik. "Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang membalas tipuan mereka, apabila mereka berdiri untuk shalat mereka lakukan dengan malas, mereka bermaksud riya, ingin dipuji di hadapan manusia, dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali," ucapnya mengutip surah An-Nisa ayat 142.

Bukan itu saja, H. Nasruddin pula memaparkan bahwa Allah SWT sangat membenci orang-orang munafik, bahkan dalam firman-Nya surah An-Nisa ayat 145, balasan dosa bagi orang munafik akan ditempatkan pada tingkatan neraka yang paling bawah, dan tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. 

Menurut Kakankemenag Kota Palu itu, ayat tersebut menjelaskan tentang peringatan terhadap orang munafik, bahwa mereka akan disiksa di neraka pada tingkatan paling bawah karena munafik merupakan perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT.

“Dalam Alquran surah An-Nisa ayat 145, mereka orang-orang munafik disebut telah menipu Allah dan menipu Rasulullah SAW serta orang-orang mukmin. Maka, kelak mereka tidak akan mendapatkan penolong yang dapat menyelamatkan ataupun meringankan siksaan yang akan mereka terima,” ujar H. Nasruddin.

Itulah penjelasan tentang ciri-ciri orang munafik dan bahayanya yang perlu diketahui agar terhindar dari sikap tercela itu.

“Hindarilah orang-orang yang memiliki ciri- ciri kemunafikan di sekitar kita, karena dapat mempengaruhi keberagamaan dalam kehidupan manusia,” demikian H. Nasruddin. ***

Halaman:

Editor: Abd Rahman M. Djafar

Sumber: Kemenag Sulteng

Tags

Terkini

X