• Minggu, 27 November 2022

Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam di Sulteng Diharap Terlibat Penguatan Moderasi Beragama

- Rabu, 14 September 2022 | 22:53 WIB
Kakanwil Kemenag Sulteng, Ulyas Taha di kegiatan dialog bersama Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam tingkat provinsi di Hotel Santika Palu (Foto/Kemenag Sulteng)
Kakanwil Kemenag Sulteng, Ulyas Taha di kegiatan dialog bersama Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam tingkat provinsi di Hotel Santika Palu (Foto/Kemenag Sulteng)

METRO SULTENG, Palu  – Organisasi masyarakat (Ormas) Islam dan Ormas Kepemudaan Islam di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) diharapkan terlibat dalam penguatan moderasi beragama di kalangan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Ulyas Taha, pada Dialog Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam tingkat provinsi di Hotel Santika Palu, Rabu (14/9/2022).

Ulyas mengatakan Sulteng menempati posisi pertama sebagai provinsi terluas di Pulau Sulawesi, yang mana kondisi objektif masyarakat berjumlah sekitar 2 juta penduduk yang dihuni oleh belasan suku dengan keberagaman agama dan budaya.

“Kondisi ini menjadi potensi untuk pengembangan pembangunan yang positif, jika dirawat dengan baik. Namun disisi lain hal ini dapat berubah menjadi kondisi negatif, jika kita tidak mampu merawat keragaman tersebut dengan bijak,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, menurut Ulyas penting dilakukan pemberdayaan peran dan penguatan kemitraan dengan stakeholder termasuk Ormas dan pemuda yang ada di Sulteng.

“Kemenag hanyalah satu dari sekian institusi yang ada. Kami menyadari bahwa ketersediaan sumber daya aparatur masih terbatas dalam mengawal kehidupan beragama yang rukun dan damai, khususnya di wilayah Sulteng. Olehnya butuh kerja sama dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat,” sebutnya.

Dikatakan, dalam prosesnya, Kemenag sebagai institusi negara masih memiliki banyak keterbatasan, sehingga output yang diberikan belum maksimal.

Olehnya, ia pun mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama bergerak menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dalam bingkai moderasi beragama.

“Ini menjadi tugas kita semua. Dimana pun kita berada, kiranya seluruh peserta dapat terlibat menjadi agen moderasi beragama dan mampu untuk berbicara, bahwa perbedaan adalah sunnatullah. Sehingga, seharusnya jadi sarana kerukunan bukan untuk dipertentangkan,” harapnya.

Karena itu, dengan forum ini bisa lakukan identifikasi permasalahan yang terjadi dan menemukan solusi melalui diskusi bersama,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Abd Rahman M. Djafar

Sumber: Kemenag Sulteng

Tags

Terkini

X