• Minggu, 27 November 2022

Pemberlakuan Aplikasi My Pertamina di Morowali Utara Dinilai Belum Layak, Ini Keluhan Warga

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:12 WIB
Antrian panjang kendaraan masih terjadi saat diterapkan aplikasi My Pertamina di SPBU Beteleme, Selasa (4/10/2022) sore (FOTO : Rudy Andi Mairi)
Antrian panjang kendaraan masih terjadi saat diterapkan aplikasi My Pertamina di SPBU Beteleme, Selasa (4/10/2022) sore (FOTO : Rudy Andi Mairi)

METRO SULTENG - Pemberlakuan aplikasi My Pertamina di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, disoroti masyarakat setempat.

Pasalnya, jaringan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Morowali Utara, tidak stabil. Ditambah lagi, aliran listrik di daerah itu sering padam, dan mejadi keluhan masyarakat setempat dalam dua tahun terakhir ini.

Sehingganya pemberlakuan aplikasi tersebut dinilai belum layak diterapkan di setiap SPBU di Kabupaten Morowali Utara.

"Keputusan pemerintah yang menerapkan aplikasi My Pertamina di Indonesia memang bagus untuk mencegah terjadinya permainan para spekulan BBM subsidi. Namun pemberlakukan aplikasi My Pertamina di wilayah Kabupaten Morowali Utara, kami nilai belum layak. Karena selain jaringan tidak stabil, listrik PLN sampai saat ini masih sering terjadi pemadaman," tukas Eli warga warga Desa Beteleme, Kecamatan Lembo, Selasa (4/10/2022).

Tak hanya Eli, warga lainnya pun ikut menyoroti pemberlakuan aplikasi My Pertamina di SPBU Beteleme. Sebab, pemberlakukan aplikasi My Pertamina akan memicu antrian panjang kendaraan. Apalagi, antrian kendaraan di SPBU Beteleme yang sering terjadi hingga kini belum teratasi.

"Bayangkan saja pak, dengan menggunakan aplikasi My Pertamina untuk menginput data pengisian Pertalite setiap kendaraan, pemilik kendaraan masih harus menunggu sekian menit lamanya untuk mendata plat kendaraan, baru kemudian dilakukan pengisian BBM bersubsidi. Nah, hal ini yang memicu terjadinya antrian panjang kendaraan," keluh sejumlah warga pengguna BBM bersubsidi pada awak media ini.

Bahkan warga mempertanyakan terkait jatah BBM solar subsidi yang dibatasi dengan harga Rp 350 ribu per kendaraan.

"Jatah isi solar setiap kendaraan di batasi hanya sampai Rp 350 ribu per kendaraan. Ini sangat memberatkan, dan akan memunculkan keresahan pengemudi yang berjarak jauh, seperti truk ekspedisi logistik dari Makassar ke Morowali maupun sebaliknya. Kalau dibatasi pengisian solar, maka jarak tempuh sampai tujuan pastinya akan mengalami kendala. Jadi, bagi kami masyarakat penerapan aplikasi My Pertamina di SPBU Beteleme dan SPBU lainnya di Morowali Utara, akan menghambat aktivitas sehari-hari, bahkan bisa menghambat kelancaran roda ekonomi ditengah terpaan inflasi," keluh Edi warga Beteleme. ***

Editor: Rudy A Mairi

Tags

Terkini

Warga "Serbu" Kantor Camat Lembo

Sabtu, 26 November 2022 | 14:40 WIB
X