• Jumat, 30 September 2022

Sate Ulat Sagu Jadi Makanan Favorit Warga Pancakarsa Luwu Timur

- Minggu, 18 September 2022 | 11:58 WIB
Sate ulat sagu siap di santap (FOTO : istimewah)
Sate ulat sagu siap di santap (FOTO : istimewah)

METRO SULTENG, Luwu Timur - Ulat sagu merupakan sumber makanan oleh warga yang tinggal di daerah yang banyak ditumbuhi pohon sagu atau rumbia. Selain kandungan proteinnya yang cukup tinggi, ulat ini juga mengandung beberapa asam amino esensial seperti, asam aspartat, asam glutamat, tirosin, lisin dan methionin.

Sekitar 90 persen tumbuhan sagu terdapat di Papua, sementara di Maluku hanya 10 persen.

Di Papua, ulat sagu yang segar bisa dibuat seperti sandwich, spageti, bakwan, campuran nasi goreng, bakso hingga kripik.

Namun sebagian masyarakat Desa Pancakarsa Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, mengkonsumsi ulat sagu yang lezat ini dengan cara tradisional. Ulat sagu dijadikan sate maupun sambal. Meski begitu, sebelum memakannya bagian kepala yang berwarna merah dari ulat ini dibuang terlebih dahulu.

Bagi warga suku Pamona di Desa Pancakarsa sejak turun temurun, ulat sagu memang dijadikan makanan favorit untuk dinikmati bersama nasi.

Mereka mencari ulat sagu di batang rumbia atau ampas sagu yang telah selesai di ambil tepungnya yang dijadikan bahan  makanan yang kenal dengan kapurung atau papeda, dalam bahasa Pamona Mo Dui yang disantap dengan sayur-mayur, ikan bakar dan lebih lezat lagi di santap dengan sambal ulat sagu atau bahasa setempat dinamai Awati.

Bahkan seorang warga Desa Pancakarsa, pada Sabtu (17/9/2022) malam, memposting di akun FB miliknya sate ulat sagu yang diraciknya sendiri, untuk diperlihatkan kepada warga nitizen bahwa inilah sate ulat sagu yang lezat untuk di makan bersama keluarganya di rumah. ***

Editor: Rudy A Mairi

Terkini

IKVI Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sorowako

Senin, 26 September 2022 | 15:52 WIB

Rumah Warga Jalan Kancil Kota Palu Dilahap Si Jago Merah

Minggu, 25 September 2022 | 01:44 WIB
X