pendidikan

Naskah Khutbah Jumat Terbaik Tema Empat Tingkatkan Rezeki dalam Islam

Jumat, 17 April 2026 | 04:39 WIB
Khutbah jumat

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيْهِ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالتِّرْمِذِيُّ)

Artinya: “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan,” (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Tingkatan rezeki yang kedua adalah kesehatan. Kesehatan adalah nikmat yang luar biasa.

Dengan sehat, kita bisa melakukan banyak kegiatan dan ibadah. Bagi yang memiliki banyak harta tetapi dalam kondisi tidak sehat atau sakit, tentu tidak akan bisa menikmati hartanya. Sebaliknya, orang yang sehat meski hidup sederhana, akan merasakan kebahagiaan yang besar. Maka menjaga kesehatan adalah bagian dari mensyukuri rezeki Allah. Sehat merupakan hal yang sering diabaikan sesuai dengan sabda Rasulullah:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ


Artinya: ”Ada dua kenikmatan di mana banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR Bukhari, dari Ibnu ‘Abbas) Kemudian, tingkatan rezeki yang ketiga adalah anak yang saleh dan ilmu yang bermanfaat. Kita perlu menyadari, tidak semua orang diberikan anak yang saleh.

Anak yang saleh adalah karunia yang sangat besar. Ia menjadi penyejuk hati di dunia dan penolong di akhirat. Begitu pula ilmu yang bermanfaat. Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi kehidupan. Ilmu yang diamalkan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, bahkan ketika kita telah meninggal dunia. Rasulullah bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara): shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.” (HR Imam Muslim) Tingkatan rezeki keempat, dan ini yang paling tinggi, adalah ridha Allah. Inilah puncak dari segala rezeki.

Ketika Allah ridha kepada kita, maka hidup kita akan penuh dengan keberkahan, hati kita akan tenang, langkah kita akan ringan, dan ujian akan terasa lebih mudah dihadapi. Ridha Allah adalah jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketika Allah sudah ridha, maka balasannya adalah surga.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Dari penjelasan ini kita belajar bahwa rezeki tidak hanya tentang berapa banyak yang kita miliki, tetapi juga tentang sejauh mana rezeki bisa menjadikan kita dekat dengan Allah. Kita tak perlu khawatir terhadap rezeki kita. Namun, kita diperintahkan untuk melakukan ikhtiar dalam mencarinya. Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa seluruh makhluk telah dijamin rezekinya:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا

Artinya: "Tidak satu pun makhluk di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya." Semoga kita senantiasa diberikan anugerah rezeki yang mampu menjadikannya bermanfaat untuk beribadah kepada-Nya. Semoga ridha Allah senantiasa menaungi kehidupan kita. Amin.

Halaman:

Tags

Terkini