• Minggu, 27 November 2022

Nendi Sebut Nama Krisnajaya Syaiban Pemilik Rekaman Dugaan Ujaran Kebencian Bupati Poso

- Selasa, 14 Juni 2022 | 10:25 WIB
Nendi
Nendi

METROSULTENG.com-Dugaan rekaman omongan Bupati Poso dr Verna GM Inkiriwang yang diduga menyinggung keyakinan orang yang pinda agama tertentu terus menjadi perbincangan hangat warga di Kabupaten Poso, Sulteng. Bahkan LSM anti korupsi KRAK Sulteng sudah melayangkan surat klarifikasi kepada Bupati Poso dan aksi demo di Polda Sulteng. Namun hingga kini Bupati masih bungkam soal benar tidaknya ia melontarkan kalimat yang diduga menyinggung perasaan orang yang pindah agama. Safril H Saada alias Nendi koordinator aksi KRAK mengatakan, awal mula isu dugaan rekaman itu mencuat disampaikan lewat unggahan akun facebook bernama Halis Said lewat statusnya pada 21 Mei 2022. "Setahu saya orang yang pertama kali tahu dugaan rekaman itu adalah akun facebook Halis Said lewat statusnya yang kemudian dikomentari banyak nitizen termasuk politisi Demokrat Iskandar Lamuka yang orang yang punya rekaman itu pak Krisnaja Syaiban," kata pria 45 tahun itu kepada media. Nah, lewat status Halis Said yang banyak dikomentari nitizen itu, Nendi mengaku lalu melakukan klarifikasi kepada orang yang punya rekaman itu Krisnajaya Syaiban. "Saya datang ke rumahnya Pak Krisnajaya Syaiban, saya tanya langsung ke beliau apa benar ada rekaman itu, karena jangan sampai hoax, dan beliau katakan ada, dengar sediri, dan saya dengar langsung dari HP Pak Krisna," jelas pria asal Desa Lape, Poso Pesisir itu. Setelah mendengar rekaman itu, Nendi mengaku kaget tak menyangka seorang pemimpin tidak suka pada bawahannya hanya karena pindah agama. "Saya tidak usah sebut isi rekaman itu, tapi kalau anda dengar sebagai orang beragama pasti tersinggung, yang pasti saya masih perlu klarifikasi lagi ke Bupati Verna apakah benar dia pernah bilang seperti itu atau tidak," ucap Nendi sambil menunjuk wartawan saat jumpa pers, Senin (13/6). Bahkan Nendi minta media untuk tanya langsung ke Krisnajaya bila masih tidak percaya. "Kamu tanya sendiri jo sama Pak Krisna di Poso Pesisir kalau masih tidak percaya," tegas Nendi. "Jangan nanti kamu bilang lagi saya sebar-sebar hoax, makanya Bupati juga harus klarifikasi, jangan diam, karena  isu ini sudah jadi konsumsi publik, jangan terus digoreng," tutup Nendi.(**)

Editor: Administrator

Terkini

X