• Jumat, 7 Oktober 2022

Buruh PT IMIP Picu Kemacetan Parah di Jalan Trans Sulawesi, Warga : Perusahaan Harusnya Buka Jalan Baru

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:03 WIB
Buruh PT IMIP Morowali menumpuk di Jalan Trans Sulawesi
Buruh PT IMIP Morowali menumpuk di Jalan Trans Sulawesi

METROSULTENG.com-Ribuan buruh PT IMIP di Kecamatan Bahadopi, Kabupaten Morowali, Sulteng, yang berangkat dan pulang kerja menyebabkan kemacetan luar biasa di jalan Trans Sulawesi, yang merupakan jalur utama menuju lokasi perusahaan tambang nikel terbesar di Asia Tenggara itu. Kemacetan biasa terjadi disetiap pagi saat buruh masuk kerja, siang saat pergantian jam kerja dan sore saat buruh pulang kerja. Dari pantauan media ini, kemacetan kerap terjadi sepanjang hampir lebih 1 kilometer di Jalan Trans Sulawesi poros Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi. Ribuan kendaraan roda dua yang ditumpangi para buruh menumpuk ditengah jalan memicu kemacetan parah. Hal itu mengakibatkan pengguna jalan dari warga umum ikut terjebak dalam kemacetan, yang otomatis menghambat aktifis warga. Penguasaan jalan Trans Sulawesi oleh buruh dan aktifitas PT IMIP lainnya, yang telah berlangsung hampir empat tahun atau sejak perusahaan smelter itu beroperasi. Kondisi itu telah meresahkan warga lainnya, terutama pengguna jalan Trans Sulawesi. Apalagi kondisi jalan yang juga sempit semakin memperparah kemacetan. Selain warga umum, para buruh juga sebenarnya mengeluhkan kondisi kemacetan yang terjadi setiap hari. Mereka tak hanya berdesakan sesama buruh di jalan, tapi juga dengan masyarakat umum. Tak jarang banyak buruh yang terlambat masuk kerja. Warga Bahadopi Erni mengaku, setiap pagi dia harus mengantar jualan telur keliling ke pelanggan dengan menggunakan mobil. Tapi selalu terhambat akibat kemacetan yang parah. Sehingga kadang dia harus mengulur waktu hampir dua jam menunggu kemacetan berakhir. "Harusnya jalanan ini diperlebar, diperluas, biar tidak begini macet, ini kita menunggu sampai berjam-jam," cetus Erni yang keliatan lelah diatas mobilnya sambil menunggu kemacetan, Sabtu (23/10/2021). Kondisi yang sama dialami pengguna jalan lainnya, Leo yang terjebak kemacetan ditengah-tengah buruh PT IMIP. "Sampai tiga jam pak terjebak macet, capek pak, tapi ya dibawah heppy saja, mau diapa pak," kata Leo yang melintas dari arah Kendari menuju Bahodopi, sambil mengipas-kipas wajahnya yang kepanasan dari dalam mobil dengan selembar sobekan kertas kardus. Memang terlihat jelas kemacetan di poros Desa Fatuvia ini sangat mengkhwatirkan. Apalagi, ketika dalam keadaan darurat tiba-tiba ada mobil ambulance membawa pasien gawat yang menbutuhkan perjalanan cepat, akan sangat terhambat jika melintas jalur tersebut dijam-jam kemacetan. Sementara itu, ditempat yang sama, terlihat polisi Lalu Lintas yang mengaku dari Dirlantas Polda Sulawesi Tengah sebanyak 3 orang, tampak kewalahan mengatur para buruh PT IMIP yang melintas karena berdesakan. "Kurangnya personil," kata petugas yang ditemui saat mengatur jalannya para pengendara. Ia mengaku, kemacetan ini tidak tiap hari terjadi. "Kadang-kadang saja macet, Senin saja sama Rabu sangat padat," katanya. Sementara itu, untuk menghentikan kemacetan yang makin hari makin parah ini, warga meminta pihak Perusahaan PT IMIP bisa membangun jalan alternatif khusus untuk para karyawan PT IMIP. Atau, membuka jalan baru untuk jalur trans Sulawesi yang dilalui kendaraan antar provinsi. Sebab, bila kondisi kepadatan dijalan ttans Sulawesi ini terus dibiarkan tanpa ada solusi membuka jalan baru, maka akan semakin memperburuk kondisi lalulintas di Bahadopi.(Wan)

Editor: Administrator

Terkini

X