• Minggu, 5 Februari 2023

Sengketa Lahan PT ANA, Ridha Saleh: Semua Pihak Menyambut Baik, Insya Allah Segera Clear

- Selasa, 6 Desember 2022 | 17:54 WIB
Suasana pertemuan yang dipimpin Ridha Saleh (kedua dari kiri) TA Gubernur Sulteng bidang Kemasyarakatan dan HAM, Senin 5 Desember 2022 di ruang Polibu kantor gubernur. (foto: ist)
Suasana pertemuan yang dipimpin Ridha Saleh (kedua dari kiri) TA Gubernur Sulteng bidang Kemasyarakatan dan HAM, Senin 5 Desember 2022 di ruang Polibu kantor gubernur. (foto: ist)

METRO SULTENG - Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memfasilitasi klaim sengketa lahan sawit milik PT Agro Nusa Abadi (ANA) di Kabupaten Morowali Utara, sepertinya bakal sampai di penghujung. Sebab, hampir seluruh pihak terkait menyambut baik upaya yang ditempuh pemprov.

Seperti yang terungkap dalam pertemuan Senin 5 Desember 2022, bertempat di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng di Palu. Selain perwakilan dari PT ANA, pertemuan itu juga dihadiri unsur Forkominda, Pemda Morut, kepala desa terkait, masyarakat yang bersengketa, LSM/NGO, dan beberapa pihak lainnya.

Baca Juga: Nilai Transaksi Misi Dagang dan Investasi Sulteng ke Kaltim Tembus Rp800 Miliar

Pertemuan tersebut membahas surat rekomendasi Gubernur Sulteng nomor: 590/412/Sekdaprov tertanggal 28 November 2022. Isi rekomendasi terdiri dari 9 poin sehubungan sengketa lahan sawit antara PT ANA dan petani Morowali Utara.

"Semua pihak menyambut baik. Hanya ada dua usulan saja mengemuka,"kata Tenaga Ahli Gubernur Sulteng bidang Kemasyarakatan dan HAM, Ridha Saleh, usai memimpin pertemuan.

Baca Juga: UMP Sulteng Tahun 2023 Naik 8,73 Persen Atau Rp 2.599.546 per Bulan

Dua usulan atau masukan yang dimaksud yakni: pertama, rincian objek dan subjek tanah yang diklaim. Siapa saja pemiliknya, luasnya berapa, dan letaknya di desa mana.

Kedua, perlu dibuat Juknis verifikasi dan validasi tanah oleh kepala desa. Ini bertujuan agar ada aturan teknis yang mengikat.

Baca Juga: Klaim Lahan Terhadap PT ANA, Diuji Saja di Pengadilan

"Total luasan yang akan dikembalikan ke masyarakat 1.000 ha. Kami minta kades-kades memverifikasi lagi data-datanya,"kata Edang- sapaan akrabnya, yang ditunjuk Gubernur mengoordinir penyelesaian sengketa lahan PT ANA.

Halaman:

Editor: Icam Djuhri

Tags

Terkini

Intip Asal Usul Desa Tompira di Morowali Utara

Rabu, 1 Februari 2023 | 19:31 WIB
X