• Senin, 4 Juli 2022

Pengiriman Rokok Ilegal Merek Jinyexiang Tujuan Morowali Digagalkan Bea Cukai Makassar

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:15 WIB
Bea Cukai Makassar periksa pelaku pengiriman rokok ilegal
Bea Cukai Makassar periksa pelaku pengiriman rokok ilegal

METROSULTENG.com-Bea Cukai Makassar berhasil menggagalkan upaya peredaran barang ilegal berupa Barang Kena Cukai Hasil Tembakau, Senin – Sabtu tanggal 14 hingga 19 Maret 2022 lalu. Barang bukti yang disita sebanyak 899.800 batang rokok jenis SPM tanpa dilekati pita cukai. Dari kasus ini, satu orang laki-laki Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial C (41 tahun) diamankan. Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai Makassar, Andi Pramono menjelaskan, Tim P2 KPPBC TMP B Makassar mendapat informasi bahwa terdapat pengiriman rokok illegal dari Jakarta yang dimuat dalam kapal ro-ro KM Dharma Rucitra VII asal Surabaya yang tiba di Pelabuhan Barru 11 Maret 2022. 12 Maret 2022, melakukan pengawasan terhadap pembongkaran barang tersebut pada perusahaan jasa ekspedisi di sekitar Jalan Doktor Insinyur Sutami,” ujarnya. Tim melakukan pemeriksaan sejak pukul 16.00 WITA tanggal 14 Maret 2022 berkoordinasi dengan pihak ekspedisi dan dari hasil pemeriksaan menemukan 50 karton berisikan rokok tanpa dilekati dengan pita cukai merek Hongshuangxi dan Jinyexiang. Berdasarkan yang tercantum dalam dokumen surat jalan, didapatkan informasi pengirim atas nama “M” yang dikirim dari Kota Jakarta menuju Lembo, Morowali dengan penerima atas nama “T”. Setelah melakukan pemeriksaan dan penegahan atas rokok ilegal tersebut, Tim membawa barang hasil penindakan berupa rokok tersebut ke KPPBC TMP B Makassar untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dan pengembangan. Dari hasil pengembangan, Tim kemudian menemukan sebanyak 20 karton berisikan rokok tanpa dilekati dengan pita cukai pada tanggal 18 Maret 2022 dengan tujuan Morowali, Sulawesi Tengah dan kemudian ditemukan 20 (dua puluh) karton yang berisikan rokok tanpa dilekati dengan pita cukai pada tanggal 19 Maret 2022 dengan tujuan Morowali, Sulawesi Tengah, sehingga total barang bukti yang diperoleh sebanyak 90 karton rokok jenis SPM tanpa dilekati pita cukai. Adapun total perkiraan nilai barang sebesar Rp 1.021.273.000 dan potensi kerugian negara sebesar Rp721.446.143. Pelaku peredaran BKC HT ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 dan Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Atas penyidikan tersebut, telah diserahkan berkas perkara Nomor: BP-01/KBC.1701/PPNS/2022 tanggal 19 April 2022 kepada Kejaksaan Negeri Makassar selaku Jaksa Penuntut Umum dan telah dinyatakan lengkap (P21) berdasarkan Surat Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Nomor: B-894/P.4.10/Ft.2/04/2022 tanggal 22 April 2022. Berdasarkan Surat Serah Terima Tersangka dan Barang Bukti Nomor SP.TBB-01/KBC.1701/PPNS/2022 tanggal 20 Mei 2022, Penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum, sehingga proses peradilan pidana pada KPPBC TMP B Makassar selesai. Penyerahan tersangka dan barang bukti ini juga menandai awal pelaksanaan kegiatan Gempur Rokok Ilegal di 11 kabupaten ota diwilayah kerja Bea Cukai Makassar yaitu Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Bone dan Selayar. “Kegiatan Gempur Rokok Ilegal dilaksanakan bersama Satpol PP kabupaten atau kota sebagai bentuk sinergi pengawasan cukai ilegal bersama pemerintah daerah,”pungkasnya. (*) Sumber: Fobiz.id

Editor: Administrator

Terkini

Ini Kegiatan Jamaah Haji Selama di Muzdalifah

Senin, 4 Juli 2022 | 19:22 WIB
X